Halal Bi Halal Tradisi Yang Dilahirkan Presiden Soekarno

Padang–Setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1438 H, umat muslim merayakan Idul Fitri. Perayaan hari raya tersebut dihiasi dengan kebahagiaan dan saling bermaaf-maafan. Setelah itu  ada satu tradisi yang hanya dilakukan di Indonesia, tidak di Saudi Arabia  yakni Halal bi Halal. Konon khabarnya kegiatan Halal bi Halal dipopulerkan mantan Presiden Republik Indonesia, Sukarno alias Bung Karno, pada 1946, di Yogyakarta yang diisi dengan bermaaf-maafan antara pejabat dan pegawai. Demikian disampaikan  Ustadz Zul Asfi Lubis pada acara Halal bi Halal di kediaman Kadis Kominfo Kota Padang Didi Aryadi, Kamis (6/7).

Ada lagi kebiasaan umat muslim setiap bersalaman pada leberan idul Fitri, mengucapkan “Selamat Hari lebaran, Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin”. Minal ‘aidin wal faizin itu artinya kita kembali dan meraih kemenangan. Jadi tidak lah tepat rangkaian kalimatnya. Ucapankan Taqobbalallohu Minna wa Minkum” yang artinya: semoga Allah menerima amal kebaikan kita semua.

Setelah itu kata Ustad Zul Asfi Lubis, untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini, kuncinya  Komitment. Komitmen adalah janji pada diri  sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakannya. pengakuan seutuhnya. mendororong rasa percaya diri, dan semangat kerja, menjalankan tugas  menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Dinas Kominfo mempunyai komitmen melayani seluruh OPD khususnya dibidang jaringan internet.Setelah itu  konsisten,  salah satu sikap yang sifatnya  memegang teguh suatu prinsip atau pendirian dari segala hal yang telah di tentukan. Kemudian kebersamaan menjadi penting dalam membina  hubungan. Jelas kita tak pernah bisa hidup sendiri dalam kehidupan ini. Berbuat baik, saling berbagi dalam kebersamaan, menjalin sebuah hubungan yang positif itu pilihannya. Siapa yang menanam kebaikan niscaya dia akan memetik kebahagiaan.# Irwandi Rais

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *