BPBD Bantu Rumah Warga Korban Puting Beliung

  • 08 Januari 2018
  • David Septian
  • 99 Kali Dilihat
  • BPBD Bantu Rumah Warga Korban Puting Beliung

    Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan dari BPBD kepada warga yang rumahnya terdampak angin puting beliung di markas BPBD Kota Padang, Rabu (3/1/2018).

    PADANG.GO.ID -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak angin puting beliung. Angin yang dikenal dengan siklon tropis tersebut mengamuk pada pertengahan November 2017 lalu dan merusak 17 rumah di 4 kecamatan di Kota Padang.

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah kepada warga di markas BPBD Kota Padang, Rabu (3/1/2018). Warga juga didampingi camat masing-masing. Terlihat hadir Camat Pauh Yefri, Camat Kuranji Rachmadeny Dewi Putri dan Camat Nanggalo Teddy Antonius.

    Walikota Mahyeldi mengatakan, bantuan yang diberikan guna meringankan beban warga yang rumahnya rusak karena terdampak angin siklon tropis pada bulan November 2016 lalu. Bantuan yang diberikan bervariasi berdasarkan kerusakan, mulai Rp2 juta sampai Rp5juta.

    "Dengan bantuan ini, warga dapat memperbaiki kembali bagian rumahnya yang rusak," kata Walikota.

    Menurut Mahyeldi, dari kejadian ini perlu diingatkan kepada warga agar memastikan kualitas bagian rangka kuda-kuda dan atap rumah. Sebab, dari temuan tim teknis di lapangan, kebanyakan rumah yang rusak karena kurang kokohnya bagian rangka atap tersebut.

    "Bagian rangka atap ini perlu diperhayikan saat membangun rumah agar tidak mudah rusak karena angin," ujarnya.

    Pada kesempatan ini, Walikota Padang juga menyerahkan secara simbolis 4 unit motor terabas dan 1 unit mobil operasional kepada Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Padang Edi Hasymi.

    Edi Hasymi menyebut, motor-motor terabas sangat dibutuhkan untuk menembus lokasi bencana yang medannya sulit. Begitu juga mobil operasional yang berfungsi untuk patroli, evakuasi dan untuk mobilitas lainnya dalam reaksi cepat tanggap.

    "Kendaraan operasional dan sepeda motor jenis trail dibutuhkan untuk reaksi cepat menembus medan sulit dan evakuasi," sebutnya. Setiap tahun, kata Edi, kalau bisa tetap dianggarkan untuk pengadaan kendaraan. "Minimal ada terus penambahan," imbuhnya.(Rel)

    Admin :
    David Septian