Manfaatkan Lahan Tidur dan Atasi Inflasi, Pemko Padang Tanam Bawang Merah

  • 07 Desember 2017
  • David Septian
  • 30 Kali Dilihat
  • Manfaatkan Lahan Tidur dan Atasi Inflasi, Pemko Padang Tanam Bawang Merah

    Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat melakukan panen perdana bawang merah di demplot teknologi produksi bawang merah di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Rabu (6/12/2017).

    PADANG.GO.ID -- Kebutuhan bawang merah Kota Padang hampir 4.000 ton pertahun, ironisnya, di daerah yang menjadi ibukota provinsi Sumatera Barat ini tidak ada produksi bawang merah sehingga rentan mempengaruhi inflasi. Namun, peluang produksi bawang merah saat ini mulai terbuka, menyusul kerjasama Pemko Padang dengan BPTP Balitbangtan Sumatera Barat dalam pengembangan demplot teknologi produksi bawang merah dataran rendah. Pengembangan demplot teknologi produksi bawang merah ini diujicoba pada lahan seluas 2 hektar di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

    Dengan pemilihan bibit dan sistem pemupukan serta pengendalian hama yang inovatif, sehingga tanaman bawang merah yang diperkirakan tidak cocok di Padang rupanya mendapatkan hasil mencengangkan.

    "Bawang merah yang diperkirakan tidak cocok di Kota Padang ternyata dengan inovasi teknologi yang dikembangkan hasilnya tidak kalah dengan bawang merah daerah lain," kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat melakukan panen perdana bawang merah di demplot teknologi produksi bawang merah di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Rabu (6/12/2017).

    Walikota Padang mengatakan, keberhasilan menanam bawang merah ini, berarti Kota Padang memiliki konsep pertanian perkotaan yang dapat menunjang kebutuhan terhadap bawang merah sendiri.

    "Selama ini kita mendatangkan bawang dari luar Kota Padang. Kenapa tidak dicoba menanam di Kota Padang sendiri. Terbukti hasilnya lebih bagus," ujar Mahyeldi.

    Sementara itu pengelola demplot yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Padang Edi Dharma menyebutkan, bawang merah dari varietas Kramat 1, Maja, Pikatan dan Biru Lancor dicoba menanam ternyata bisa tumbuh baik dalam cuaca ekstrim seperti yang terjadi belakangan di Kota Padang. Bahkan, bisa panen sebulan lebih cepat.

    "Bila di daerah lain seperti di Solok, bawang merah panen sampai tiga bulan namun sekarang bisa panen 55 hari," katanya.

    Edhi optimis dengan pemanfaatan lahan yang selama ini tidur untuk tanaman bawang merah akan mampu memasok kebutuhan Kota Padang.

    "Dengan produksi bawang merah sendiri, kebutuhan Kota Padang nantinya dapat dipenuhi. Inflasi juga bisa dikendalikan," tutur Edi.

    Adapun demplot bawang merah yang digarap Kelompok Tani Holtikultura Sukses Mandiri dibawah binaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang ini banyak mendapat atensi meskipun belum panen perdana. Baru-baru ini, rombongan Direktur Jendral Holtikultura Kementerian Pertanian sudah berkunjung ke sini.

    Sepekan sebelumnya juga mendapat kunjungan rombongan Komisi XI DPR RI bersama BI Perwakilan Sumatera Barat. Semua mengagumi inovasi Pemko Padang dalam pengembangan tanaman bawang merah di dataran rendah. Bukan itu saja, keberadaan demplot produksi bawang merah ini akan memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan bawang merah di Kota Padang dan gilirannya sedikit banyak menekan inflasi.

    Selain itu, Pemko Padang berharap dengan digerakkannya Keltan Sukses Mandiri yang diketuai Irwandi, SE untuk produksi bawang merah pada lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan akan merangsang masyarakat lainnya untuk mulai memanfaatkan lahan tidur yang menurut data ada seluas 250 hektar di Kota Padang.

    Pada panen perdana bawang merah demplot yang menjadi percontohan ini, selain Walikota Padang turut hadir anggota DPD RI Emma Yohana, Sekda Kota Padang Ir. Asnel, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat Ir. Candra, Kadivre Bulog Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syaiful Bahri, Kepala BPS Kota Padang Rizal, serta dari TPID selaku pembina.(Rel)

    Admin :
    David Septian