Padang, InfoPublik - Pemerintah Kota Padang terus menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak generasi muda yang agamis dan berdaya saing global. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka secara resmi Wisuda Tahfidz Angkatan VI Pondok Tahfidz Ustaz Mahyuddin (PTUM) yang berlangsung di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Minggu (24/5/2026).
Prosesi wisuda yang mengusung tema "Mewujudkan Generasi Qurani yang Berakhlak Mulia dan Berprestasi” ini diikuti oleh 57 wisudawan dan wisudawati. Para santri yang diwisuda berhasil menuntaskan capaian hafalan Alquran yang bervariasi, mulai dari 1 juz hingga 15 juz.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PTUM atas kontribusinya melahirkan para penghafal Alquran di Kota Padang. Ia menekankan bahwa keberhasilan generasi muda masa depan wajib diimbangi oleh kecerdasan intelektual dan spiritual.
"Hari ini dunia mengakui, orang tidak bisa sukses hanya karena otaknya cerdas. Karena itu, saya bersama Wali Kota Fadly Amran memiliki dua program utama, yakni Padang Juara untuk pengembangan intelektual dan Smart Surau untuk pembinaan karakter,” ujar Maigus Nasir.
Pada kesempatan strategis tersebut, Maigus Nasir membawa kabar gembira terkait masa depan para penghafal Alquran di Kota Padang. Pemko Padang saat ini tengah menjajaki kerja sama internasional dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia melalui Program Ulul Albab. Kerja sama ini dirancang untuk membuka akses beasiswa penuh (full scholarship) bagi para hafiz dan hafizah asal Kota Padang.
Menariknya, program beasiswa ini memberikan kesempatan bagi para penghafal Alquran untuk mendalami ilmu-ilmu umum terapan di kancah internasional.
“Program beasiswa ini membuka peluang besar bagi generasi muda Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan di UniKL melalui Program Ulul Albab. Jika terealisasi, Kota Padang akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menjalin kerja sama strategis tersebut,” jelas Wawako.
Melalui beasiswa ini, para santri nantinya dapat melanjutkan kuliah di berbagai jurusan bergengsi seperti kedokteran, teknik penerbangan, teknik perkapalan, hingga ekonomi. Salah satu syarat utama untuk mengakses program ini adalah memiliki hafalan minimal 10 juz dan berkomitmen penuh untuk menuntaskannya hingga 30 juz.
Sementara itu, Pimpinan PTUM, Ustaz Mahyuddin, dalam laporannya mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan pondok tahfidz yang dirintisnya sejak tahun 2019 tersebut. Saat ini, PTUM telah membina sekitar 200 santri dengan dukungan penuh dari 17 tenaga pengajar yang kompeten.
Ustaz Mahyuddin menjelaskan bahwa pola pendidikan di PTUM dirancang secara komprehensif guna membentuk pribadi santri yang tangguh dan siap mengabdi di tengah masyarakat.
“Pembinaan di pondok tidak hanya berfokus pada hafalan Alquran, tetapi juga penguatan akhlak, kepemimpinan ibadah, hingga pengembangan mental dan fisik melalui kegiatan bela diri,” tutur Ustaz Mahyuddin.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan nyata dari jajaran Pemko Padang.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Wakil Wali Kota yang menunjukkan perhatian besar terhadap pendidikan Alquran di Kota Padang,” tambahnya.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh jajaran tenaga pengajar PTUM, serta ratusan orang tua dan keluarga santri yang menyaksikan langsung prosesi pengukuhan para generasi emas penghafal Alquran tersebut.(Charlie)
~ Ju