Home / Detik-detik Proklamasi di Padang, Terasa Khidmat di Persimpangan Jalan

Berita & Artikel - Berita 2020

Detik-detik Proklamasi di Padang, Terasa Khidmat di Persimpangan Jalan

 
 
Padang.go.id - Peringatan Detik-detik Proklamasi pada tahun ini terasa berbeda. Kali ini begitu khidmat karena seluruh aktifitas warga dihentikan selama tiga menit. 
 
Pantauan Diskominfo Kota Padang, Senin (17/8/2020), sirine dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan saat detik-detik Proklamasi. Pukul 10.17 WIB, kendaraan di sejumlah persimpangan jalan di Padang berhenti. Traffic light menyala merah. 
 
Seperti di persimpangan jalan depan Masjid Raya Sumatera Barat. Mobil damkar milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang berdiri tepat di ujung jalan Raden Saleh. Sebelum detik-detik Proklamasi, mobil damkar ini bersiap membunyikan sirine. Tepat pukul 10.17 Wib, sirine panjang dibunyikan dan dilanjutkan dengan diputarnya lagu Indonesia Raya. 
 
Pengendara menghentikan kendaraan. Polisi lalulintas berdiri tepat di tengah bundaran di persimpangan jalan. Warga yang sedang berjalan kaki berhenti. Bahkan diantaranya mengeluarkan handphone dari saku dan mengabadikannya. 
 
"Semuanya berhenti, berbeda sekali tahun ini," ucap Adek, seorang warga yang kebetulan mengabadikan momen tersebut. 
 
Di tengah bundaran, beberapa warga berdiri dengan posisi tegak sempurna. Ada yang membawa bendera merah putih dan mengibarkannya. Petugas pemadam kebakaran pun berdiri tegap dengan posisi sempurna. 
 
Begitu lagu Indonesia Raya berhenti diputar, aktifitas kembali normal. Traffic light kembali menyala hijau. Kendaraan bergerak. 
 
"Seumur hidup, baru kali ini saya melihat momen seperti ini. Hal ini harus dipertahankan agar rasa nasionalisme tertanam di jiwa anak muda kita," sebut Hendra, warga lain. 
 
Pemerintah Kota Padang memang mengimbau warganya untuk memperingati detik-detik Proklamasi dengan menghentikan segala aktifitas selama tiga menit. Selama tiga menit itu warga diimbau untuk berdiri sempurna dan mendengarkan lagu kebangsaan. Lagu kebangsaan tidak saja diputar di persimpangan jalan. Tetapi juga di rumah ibadah, sekolah, serta perkantoran. 
 
"Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kita atas perjuangan para pahlawan melawan penjajah," sebut Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.(Charlie Ch. Legi)

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

1

sad

0