Home / Ibu sibuk, Anak Harus Jadi Perhatian Nomor Satu.

Berita & Artikel - Berita 2021

Ibu sibuk, Anak Harus Jadi Perhatian Nomor Satu.

Ibu sibuk, Anak Harus Jadi Perhatian Nomor Satu.

Padang--Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk​, Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang gelar Sosialisasi Panti Asuhan Dan Pondok Pesantren Ramah Anak se Kota Padang, di aula Kyriad Bumiminang hotel, Kamis (10/6/2021).

Sehubungan dengan hal itu, Kepala (DP3AP2KB Kota Padang diwakili  Kabid Pemulihan Hak Anak  (PHA) Hanurawan  menyampiakan, pendidikan anak bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah baik formal, informal dan non formal. Salah satu model pendidikannya  adalah pesantren. Pendidikan melalui pesantren ini anak didik memperoleh ilmu pengetahuan yang sama dengan  sekolah lainnya.  Hanya saja sekolah di pondok pesantren para santri memperoleh pendidikan agama  Islam yang lebih.

Kenapa disebutkan pondok pesantren ramah anak, karena anak anak yang diserahkan para orang tua untuk menimba ilmu pengetahuan harus nyaman, aman dan menyenangkan bagi mereka dalam mengikuti proses belajar mengajar. Dan para orang tua mereka juga bangga serta mempercayai pada pondok pesantrean tersebut, ucap Hanurawan.

Di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren fungsinya dalah lembaga pengasuhan , dimana anak anak setiap waktu, hari  berada di panti."Kalu mengacu   dan berpedoman pada lembaga pendidikan, maka Panti asuhan dan Pondok Pesantren tentu dinilai  sebagai ramah anak, terdiri dari beberapa indikator. 
Indikator Pondok Pesantren Ramah Anak itu, sebut Kabid PHA Hanurawan, mulai dilihat dari lingkungan, bangunan dipagar, gedung yang bagus, memiliki pekarangan  tempat bermaian bagi anak anak didik serta taman. Setelah itu, kondisi ruang belajar yang menyenangkan, ruang tidur,  toilet, kamar mandi yang nayaman. Kemudian kurikulum pelajaran serta sikap dan perlakukan tenaga pengajar  dengan penuh kasih kasayang.

Untuk itu  kata Kabid PHA Hanurawan berharap kepada para pengelola/ pimpinan Panti Asuhan dan Pondok Pesantrean se Kota setelah sosialisasi ini bisa menambah khasanah pengtahun supaya institusi pendidikan yang dipimpinnya  lebih menyenangkan lagi bagi santriwan santriwatinya.

Pada kesempatan Sosialisasi Panti Asuhan Dan Pondok Pesantren Ramah Anak se Kota Padang juga menampilkan narasumber tokoh agama H. Maigus Nasir. Pada ksempatan tersebut Maigus Nasir mengemukakan, bahwa pengasuhan anak tidak bisa dipengahruhi oleh kemajuan teknologi informasi, perubahan zaman, karena anak itu lahir telah membawa fitrah. 

Fitrah anak itu fitrah manusia yang tidak perna berubah rubah. Justru itu ketika orang menyesuaikan, mempengaruhi zaman teknologi informasi dengan pengasuhan anak, ini akan melahirkan problem terhadap perkembangan anak tersebut, sebut Maigus Nasir.


Menurut  Maigus Nasir lagi, yang dianjurkan dalam agama Islam, menyusui anak. Ketika sang ibu menyusui anak ada komunikasi bathin, jiwa  ibu dengan anak yang dususukannya. Tetapi dizaman modern saat ini, banyak yang beralih, menyesuaikan dengan teknologi, tidak lagi menyusui, tetapi memberikan susu pada anak dan susunya tidak lagi dari ibu. Maka cara seperti ini jauh sekali dampak serta pengaruhnya  pada anak itu. Jadi sesibuk apapun ibu, berkarier, namun perhatian ibu terhadap anak harus jadi nomor satu. (mcpadang/ Irwan Rais/ Leddy)


 

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

0

sad

0