PADANG, DISKOMINFO — Program Unggulan (Progul) Padang Melayani Pemerintah Kota (Pemko) Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir menunjukkan dampak nyata dalam menjamin kemudahan warga dalam mengakses layanan kesehatan.
Melalui salah satu aktivasi utamanya, yaitu program BPJS Kesehatan Gratis, puluhan ribu warga Kota Padang kini telah resmi tercover dan mendapatkan kepastian jaminan layanan pengobatan tanpa perlu mencemaskan kendala biaya.
Intervensi anggaran masif dari pemerintah daerah ini terbukti sukses memperluas cakupan kepesertaan masyarakat secara signifikan hingga memasuki pertengahan tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, Srikurnia Yati, menyebutkan bahwa hingga memasuki bulan Mei 2026, tercatat sebanyak 53.264 warga Kota Padang telah terlayani secara aktif dan mengantongi kartu kepesertaan BPJS Kesehatan Gratis.
Angka ini merepresentasikan keseriusan pemerintah daerah dalam mengikis kecemasan finansial masyarakat saat harus mengakses layanan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
"Komitmen anggaran ini adalah bukti nyata bahwa negara, khususnya Pemko Padang, hadir untuk memberikan kepastian perlindungan finansial agar seluruh penduduk dapat mengakses layanan kesehatan yang komprehensif," ujar Srikurnia Yati, Minggu (24/5/2026).
Keberhasilan mengcover puluhan ribu jiwa ini disokong penuh penyediaan pos anggaran yang besar di internal APBD Kota Padang tahun 2026. Srikurnia Yati merincikan, khusus untuk pembiayaan jaminan BPJS Kesehatan Gratis ini, Pemko Padang telah mengunci dan mengalokasikan dana mencapai Rp36.206.352.000 dari total pagu dukungan anggaran kesehatan daerah yang menyentuh Rp64,4 miliar.
Meskipun capaian warga yang terlayani sudah menembus angka 53.264 jiwa, DKK Padang menegaskan komitmennya untuk tidak mengendurkan pergerakan di lapangan. Hal ini dikarenakan kapasitas tampung yang disediakan Pemko Padang sesungguhnya masih melimpah.
"Dari total kuota anggaran yang dipersiapkan untuk menampung hingga 79.820 jiwa, saat ini masih terdapat sisa ruang kosong sekitar 26.556 slot kepesertaan yang belum terisi dan siap untuk dimanfaatkan," katanya.
Srikurnia Yati menjelaskan bahwa lewat aktivasi Progul Padang Melayani ini, Wali Kota Padang ingin menjamin ketersediaan akses pengobatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. Guna mengejar serapan sisa kuota yang masih longgar tersebut, pihaknya kini tengah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk melakukan penyisiran serta validasi data secara dinamis.
Langkah ini diambil agar sisa puluhan ribu slot BPJS Gratis tersebut dapat segera dialokasikan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan, sekaligus menyempurnakan misi perlindungan kesehatan semesta di Kota Padang.
Di samping optimalisasi dana daerah melalui Progul BPJS Gratis, penguatan cakupan jaminan kesehatan di Kota Padang juga ikut ditopang sumber pembiayaan luar APBD, yakni melalui kontribusi program Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato (JKSS) yang per Mei 2026 ini telah menyerap 58.795 jiwa dari kuota 62.977 peserta, serta dukungan Bantuan Iuran Kelas 3 Mandiri yang mencatatkan total kuota target hingga 148.000 jiwa. (Taufik / Charlie)
~ Ju