Home / Middle Line Berperan

Berita & Artikel - Berita 2020

Middle Line Berperan

Middle Line Berperan

           Middle line dalam Kelembagaan Pemerintah Daerah sesuai Peraturan Permerintah nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah adalah Sekretaris Daerah (Sekda). Dimana middle line yang didukung secara organisasi oleh Supporting Staff (Sekretariat Daerah), Sekda membantu Strategic Apex (Kepala Daerah) dalam pelaksanaan tugas Pemerintah Daerah. Sekda mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administratif. Peran Sekda dituntut sebagai koordinator, fasilitator dan dinamisator dalam menjalankan tugasnya. Hal ini menunjukkan kompetensi seorang Sekda untuk mengkoordinasikan setiap kebijakan, visi dan misi Kepala Daerah serta peraturan perundang-undangan daerah yang akan dirumuskan, ditetapkan dan diimplementasikan oleh masing-masing perangkat daerah.

         Peran sentral Sekda sebagai pimpinan eksekutif dalam menjalankan perannya dipengaruhi 3 (tiga) faktor eksternal yaitu: 1). kondisi lingkungan; 2). nilai-nilai; dan 3). sumber daya;. Ketiga faktor eksternal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor profesionalisme, birokrasi, dan dapat juga politik. Maka diperlukan Sekda tetap memegang prinsip bahwa amanah yang dijalankan didasarkan atas kepercayaan.

         Kemampuan dan kompetensi Sekda dalam memfasilitasi visi dan misi Kepala Daerah menjadi kunci utama untuk berjalan atau tidaknya program kegiatan yang akan diimplementasikan oleh perangkat daerah, hal ini menunjukkan Sekretaris Daerah disamping mempunyai kompetensi birokrasi juga harus memiliki profesionalisme.

         Bagaimana Sekda berperan tersebut menjadi isu-isu dan topik yang diperbincangkan para Sekda se-Indonesia pada Rapat Koordinasi dan Silaturahmi DPP dan Anggota Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 22 Januari 2021 secara virtual di Command Center Kantor Gubernur Sumatera Selatan mengangkat  tema tentang: “Peran Sekretaris Daerah Dalam Mewujudkan Pemerintahan Daerah Yang Lebih Baik Menuju Indonesia Maju”, hadir sebagai narasumber pada rapat koordinasi dimaksud yaitu: 1) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si) dengan materi “Penanganan dan Penggunaan Dana Covid-19 yang Akuntabel dan Tepat Sasaran Bagi Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota”.; 2) Asisten Deputi Manajemen Karir dan Talenta Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi (Aba Subagja, S.Sos., MAP) dengan materi “Pengangkatan dan Pemberhentian Jabatan Pimpinan Tinggi Yang Prosedural Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan”.; dan 3). Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (Prof. Agus Pramusinto, MDA) dengan materi “Pengisian dan Pengawasan Jabatan Pimpinan Tinggi”.

         Seputar pembinaan kepegawaian dari paparan para narasumber diharapkan Sekda dapat berperan proaktif selaku pejabat yang berwenang menaungi ASN dalam pembinaan kepegawaian yaitu bagaimana pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi harus dilakukan secara terbuka dan kompetitif dikalangan PNS dengan memperhatikan antara lain syarat jabatan, kompetensi, kualifikasi dan integritas serta memperhatikan juga sistem merit dan talenta ASN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sekda dapat berperan mengingatkan Pejabat Pembina Kepegawaian (Kepala Daerah) adanya larangan mengganti Pejabat Pimpinan Tinggi kecuali Pejabat tersebut melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak lagi memenuhi syarat-syarat jabatan yang ditentukan. Pengangkatan dan pemberhentian JPT haruslah dilakukan secara prosedural, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

         Dalam rangka taat dan tertib prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, setiap pejabat tata usaha negara atau pejabat penyelenggara pemerintahan dalam membuat keputusan wajib memperhatikan batas-batas kewenangan yang dimiliki dengan kata lain tidak boleh melakukan penyalahgunaan kewenangan.

         Seputar penangangan wabah Covid-19 diharapkan Sekda dapat berperan mengkoordinasikan hal sebagai berikut:

  • Penganggaran dan penggunaan dana dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 haruslah dilakukan secara transparan dan akuntabel serta mengoptimalkan pengawasan penggunaan anggarannya yang tujuannya agar supaya dirasakan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat serta dalam pertanggungjawaban penggunaan keuangan tidak berdampak hukum yang negatif.
  • Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 117/KMK.07/2020 ada 3 (tiga) bidang utama dalam penanganan Covid-19 yaitu bidang kesehatan, penyedia jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi. Upaya kedepan diperlukan sinergi antara pemerintah dan dukungan pemerintah daerah di 548 Kabupaten/Kota agar anggaran 2021 dapat betul-betul direalisasikan terutama untuk kesehatan dan survival ekonomi.
  • Peran penting Kepala Daerah dalam menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dapat menyediakan pendanaan melalui APBD untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada masing-masing daerah. Penggunaan APBD Tahun 2021 agar pemerintah daerah melakukan percepatan pelaksanaan APBD diawal tahun sesuai dengan target dan sasaran dengan prioritas utama yaitu penanganan kesehatan fokus pada dukungan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi.

         Demikian dari ringkasan Ketua Umum DPP FORSESDASI, H. Nasrun Umar tanggal 22 Januari 2021 lalu bahwa peran Sekda  Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam membantu Kepala Daerah sangat menentukan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik menuju Indonesia maju. Untuk itu pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi haruslah memiliki kompetensi jabatan serta persyaratan jabatan lainnya tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik (Tuti Kunia,SP., MM-01022021).

 

 

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

1

dislike

1

angry

0

sad

1