Home / Selama Pandemi Covid 19, Pesanan “Rendang Mama Ina” Berkurang

Berita & Artikel - Berita 2020

Selama Pandemi Covid 19, Pesanan “Rendang Mama Ina” Berkurang

Selama Pandemi Covid 19, Pesanan “Rendang Mama Ina” Berkurang


Padang, – Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid 19 berdampak pada prospek usaha kelompok UMKM di Kota Padang. Biasanya pelaku usaha bisa melayani permintaan konsumen dengan tak terbatas, tetapi sejak pandemi melanda, pesanan berkurang yang berdanpak pada produksi.


Salah satunya dirasakan pelaku usaha rendang, Anita Dikarina. Di bawah label usaha “Randang Mama Ina” yang beralamat di Jalan Parak Karakah No. 40 Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, wanita yang akrab disapa Rina ini membenarkannya.“Selama pandemi, pesanan memang berkurang dari biasanya. Tetapi kita bisa memakluminya,” terang Rina, kemarin.


Dijelaskan, dirinya mulai menekuni usaha kuliner tersebut sejak Desember 2016. Berawal dari produk rendang sang ibu tercinta yang terasa sangat lezat. Rina mengembangkannya menjadi sebuah peluang usaha. Gayung bersambut, konsumen merespon produksi rendangnya dengan banyaknya pesanan yang berdatangan.


Untuk memenuhi permintaan konsumen, Rina berkreasi menawarkan rendang dengan banyak pilihan. Tak hanya rendang daging, tetapi juga ada rendang rabu, rendang sosis, rendang jengkol, rendang lokan, rendang paku, rendang gurita dan rendang ayam.


Tak mengherankan jika konsumennya bertambah banyak, bahkan sampai ke luar negeri, seperti dari Norwegia dan Abu Dhabi. Mereka mendapat informasi tentang kelezatan rendang buatannya dari beragam postingannya di media sosial, seperti Instagram dan Facebook.
“Saya memasarkan rendang produksi saya secara online memanfaatkan media sosial. Alhamdulillah, respon masyarakat sangat luar biasa, bahkan ada pelanggan dari luar negeri,” tuturnya.


Untuk harga, lanjutnya, Rina membandrol rendang daging Rp 275 ribu/ Kg, rendang paru dan rendang gurita Rp 300 ribu/ Kg dan rendang lokal serta rendang jengkol Rp 255 ribu/ Kg. “Yang saya maksud rendang 1 kg itu adalah berat daging saat dibeli. Jadi saat sudah dimasak dan dikemas, maka beratnya sudah lebih 2 kg,” katanya.


Usaha yang digelutinya makin laris manis dan tentunya mengantongi keuntungan yang setimpal. Dalam sepekan dia memasak rendang hingga tiga kali. Pesanan pun beragam, ada yang pesan 2 kg, 3 kg hingga 5 kg daging atau paru dan lainnya. Kondisi berbeda terjadi saat ini, pesanan berkurang. Tetapi dia tetap bersyukur. (MC Padang/sharien/Irwan Rais)

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

0

angry

0

sad

0