Home / Statistik Kunci Kota Padang Tahun 2021

Berita & Artikel - Artikel

Statistik Kunci Kota Padang Tahun 2021

Statistik Kunci Kota Padang Tahun 2021

Oleh :

Rudy Rinaldy (Kepala Dinas Kominfo Kota Padang)

Yosi Suryani (Dosen di Politeknik Negeri Padang)

 

Membaiknya penanganan covid19 secara nasional pada tahun 2021 yang lalu, berimplikasi kepada membaiknya performance ekonomi secara nasional. Berbagai indikator kunci menunjukkan perbaikan yang signifikan dengan membaiknya pendapatan domestik regional bruto dari berbagai lapangan usaha. 

 

Performance ekonomi yang cukup baik juga terjadi di Provinsi Sumatera Barat. Jika pada tahun 2020 semua lapangan usaha mengalami perlambatan yang signifikan (perlambatan tertinggi dialami oleh Kabupaten Padang Pariaman -10,46% dan terkecil dialami oleh Kabupaten Pasaman -0,87%), maka berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang pada tahun 2021 yang lalu semuanya menunjukkan laju pertumbahan positif. Pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Pasaman Barat 3,75% dan pertumbuhan ekonomi terendah adalah Kabupaten Padang Pariaman 2,18%.

 

Sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Barat kinerja perekonomian Kota Padang juga mengalami perbaikan performa yang sangat baik. Pada tahun 2020 Kota Padang mengalami perlambatan sebesar -1,86% (dari +5,65% tahun 2019). Kemudian pada tahun 2021 melaju positif pada angka 3,66%. 

 

Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku Kota Padang terhadap Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2021 yang lalu sebesar 25,72% (atau sekitar Rp. 65,18 T) terhadap Total PDRB Sumatera Barat (sekitar Rp. 252,75 T). 

 

Menariknya, kontribusi ini sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan kontribusi pada tahun 2020 yang lalu sebesar 25,69% (atau sekitar Rp. 62,18 T) terhadap total PDRB Sumatera Barat (sekitar Rp. 241,99 T).

 

Kontribusi PDRB Kota Padang terhadap PDRB Sumatera Barat selama kurun waktu yang cukup lama selalu pada kisaran angka 25%. Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa Kota Padang merupakan kontributor terbesar dan paling signifikan bagi PDRB Provinsi Sumatera Barat.

 

Sebagaimana yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, ada empat sektor utama yang paling berpengaruh pembentuk struktur PDRB Kota Padang, yaitu ; sektor Perdagangan Besar, Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 16,50% (16,41% tahun 2020), sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,53% (15,67% tahun 2020), sektor Industri Pengolahan sebesar 11,77% (11,88% tahun 2020), serta sektor Konstruksi sebesar 10,12% (10,37% tahun 2020). Ke empat sektor ini menyumbang 53,92% dari total PDRB Kota Padang tahun 2021 (54,33% tahun 2020), sekaligus merupakan sektor-sektor yang memberikan pengaruh signifikan terhadap PDRB Sumatera Barat.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang juga mengalami peningkatan dari 82,82 pada tahun 2020 menjadi 82,90 pada tahun 2021, dan angka ini kembali merupakan yang tertinggi di Sumatera Barat (rata-rata 72,65), disusul oleh Kota Bukittinggi 80,70 dan Kota Payakumbuh 79,08. IPM merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan upaya membangun kualitas hidup manusia di suatu daerah yang terdiri dari 3 dimensi dasar utama, yaitu ; umur panjang dan cara hidup yang sehat, pengetahuan serta standar hidup yang layak.

 

Dimensi dasar utama pembentuk IPM di Kota Padang menunjukan angka dan perkembangan yang sangat baik. Angka Harapan Lama Sekolah (AHLS) Kota Padang 16,53 tahun, disusul oleh  Kota Padang Panjang 15,07 tahun dan Kota Bukittinggi 14,98 tahun, serta rata-rata Sumatera Barat 14,09 tahun. 

Rata-rata lama sekolah di Kota Padang 11,59 tahun merupakan angka tertinggi kedua setelah Kota Padang Panjang 11,63 tahun dan Kota Bukittinggi 11,34 tahun diurutan ketiga, serta rata-rata Sumatera Barat 9,07 tahun. 

 

Sementara itu untuk Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Padang adalah 73,69 tahun yang merupakan angka urutan ke empat dibawah Kota Bukittinggi 74,50 tahun, Kota Payakumbuh 73,84 tahun, dan Kota Solok 73,73 tahun, serta rata-rata Sumatera Barat 69,59 tahun. 

Sedangkan Pengeluaran per-Kapita Kota Padang sebesar Rp. 14,54 juta/tahun yang merupakan angka tertinggi di Sumatera Barat, disusul oleh Kota Bukittinggi Rp. 13,33 juta/tahun dan Kota Payakumbuh sebesar Rp. 13,32 juta/tahun, serta rata-rata Sumatera Barat Rp. 10,79 juta/tahun.

 

Tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Padang masih mengalami penurunan signifikan di tahun 2021 yang lalu. Pada tahun 2020 wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Padang sebanyak 21.660 orang (88.351 orang tahun 2019), terus turun menjadi hanya 1.538 orang pada tahun 2021. 

 

Demikian juga dengan wisatawan nusantara yang semula 2.562.966 orang pada tahun 2020 (5.384.236 orang tahun 2019), terus turun menjadi hanya 1.000.732 orang pada tahun 2021 yang lalu. Hal ini dapat dipahami karena tahun lalu kita semua masih dilanda covid19 sehingga terjadi pengetatan aktifitas dimana-mana sehingga pergerakan orang sangat dibatasi.

 

Guna menyeimbangkan antara upaya pemulihan ekonomi dengan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru di Kota Padang, berbagai jenis stimulus masih tetap dan terus dilakukan terutama yang berkaitan dengan penerapan pemanfaatan teknologi digital. Bandwith supply untuk jaringan internet dilingkungan Pemerintah Kota Padang terus ditingkat dari yang semula sekitar 750 mbps menjadi sekitar 1,5 gbps, dan masyarakat luas diperbolehkan memanfaatkan jaringan internet tersebut yang sudah tersebar di 104 Kelurahan dan 11 Kantor Camat, serta beberapa spot area lainnya (termasuk beberapa rumah ibadah).

Digitalisasi di Kota Padang juga terus diperluas termasuk diantaranya memperluas cara bayar non tunai pada hampir semua transaksi keuangan. Kerjasama dengan kalangan perbankan terus diupayakan dan dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi non tunai. Semua upaya itu pada ujungnya mampu menjadikan mengantarkan tingkat elektronifikasi Kota Padang segera akan bergeser dari level maju menjadi level digital, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat tahun lalu.

 

Berbagai upaya pemulihan ekonomi dan pelayanan masyarakat di Kota Padang akan terus dilakukan utamanya dengan memanfaatkan teknologi digital yang semuanya akan bermuara pada pelayanan yang cepat, murah, akurat, akuntable dan efisien. Rencana Pemerintah Pusat untuk mengubah status pandemi menjadi endemi, merupakan berita yang sangat menggembirakan sebagai wujud dari penanganan wabah covid19 yang sangat baik di negara kita.

Dengan demikian maka economic recovery akan semakin cepat terwujud walaupun kita tetap harus hidup dan beraktifitas dengan kebiasaan baru. Adaptasi kebiasaan baru tetap menjadi opsi yang terbaik sambil melangkah maju dan belajar banyak dari pengalaman pahit selama sekitar dua tahun yang lalu. Ada banyak variabel yang akan membuat kita terpeleset lagi jika kita lengah. Hipotesa ini mudah-mudahan akan menjadikan kita tetap dan lebih waspada lagi pada masa-masa yang akan datang.(*)

Apa perasaan anda terhadap konten ini...?

like

0

dislike

1

angry

1

sad

1