Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemko Padang dan...

post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post
post

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemko Padang dan Korem 032/Wirabraja Gelar Apel Kesiapsiagaan Pasukan Terpadu

PADANG - Pemerintah Kota Padang bersama Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Jumat (06/11/2026). Apel yang dipimpin oleh Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, unsur Forkopimda Kota Padang, para Dandim se-Sumatera Barat, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang.

Kegiatan ini melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dubalang Kota, Pramuka Kwarcab Kota Padang, serta organisasi kebencanaan lainnya. Apel digelar untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, serta sistem komunikasi terpadu guna menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada November hingga Desember. Dalam penanganan kebencanaan, Pemko Padang memprioritaskan kawasan daerah aliran sungai (DAS) seperti Kuranji dan Lubuk Minturun yang didukung pembangunan infrastruktur fisik dari pemerintah pusat.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana alam demi keamanan warga. "Alhamdulillah, sejumlah pekerjaan besar untuk penanganan bencana di Kota Padang sudah berjalan. Namun, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat mengingat kondisi cuaca yang perlu diwaspadai demi melindungi masyarakat saat bencana terjadi," ujar Fadly Amran. Ia menambahkan, "Pascabencana Agustus lalu, Pemko Padang mengupayakan pembebasan 20 hektare lahan untuk pembangunan waduk dan merencanakan sabo dam di Sungai Guo guna mengurangi debit air ke kawasan Air Pacah dan Tunggul Hitam. Selain pembangunan infrastruktur, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah terus kita perkuat melalui dukungan APBD dan APBN, termasuk pengadaan peralatan penanggulangan banjir."

Sementara itu, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno menginstruksikan seluruh jajarannya untuk senantiasa siaga dan meningkatkan koordinasi bersama pemerintah daerah. "Untuk memperkuat koordinasi, kami bersama Pemko Padang dan Forkopimda akan membentuk posko terpadu untuk mengoordinasikan penanganan bencana. Semoga dengan itu seluruh personel selalu siaga dan penyaluran bantuan dapat dikerahkan secara cepat, tepat sasaran dan efisien," kata Aji Mimbarno. Ia menegaskan, "Setiap satuan TNI harus menyiagakan minimal 30 personel selama 24 jam. Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan pengerahan personel dan peralatan, tetapi juga dari tindakan cepat, tepat, terpadu, dan berdampak nyata bagi masyarakat."

(Dv)

~ 📤 by Ju

Kirim Rating

`

Setup