Dian Puspita Kukuhkan Bunda PAUD se-Kota Padang:...

post
post
post
post

Dian Puspita Kukuhkan Bunda PAUD se-Kota Padang: Pendidikan Usia Dini Bukan Sekadar Calistung, tapi Pembentukan Karakter

PADANG — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran secara resmi mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Padang di Balai Kota Padang, Sabtu (31/10/2026). Pengukuhan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat terhadap tumbuh kembang serta perlindungan anak usia dini.

Dalam sambutannya, Dian Puspita menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan bentuk pengembanan tanggung jawab besar. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap anak di Kota Padang memperoleh akses pendidikan dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, menyenangkan, serta penuh kasih sayang.

"Masa usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter, kemampuan, dan kebiasaan anak. Layanan PAUD harus mampu menghadirkan ruang bermain, bereksplorasi, dan berinteraksi yang menyenangkan sesuai tahap perkembangan anak tanpa beban tuntutan yang melampaui usianya," ujar Dian Puspita.

Sebagai penggerak kepedulian bersama, Dian meminta para Bunda PAUD Kecamatan yang baru dilantik untuk aktif menjembatani komunikasi antara satuan PAUD, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selain itu, keterjangkauan layanan PAUD yang inklusif dan ramah anak—termasuk bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan khusus—harus menjadi prioritas utama.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Padang memaparkan dua agenda strategis yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh pengurus dan kader di tingkat kecamatan. Seperti menyukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Sebab fondasi pendidikan anak dimulai sejak prasekolah sebagai persiapan sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD). Bunda PAUD Kecamatan diharapkan dapat hadir langsung merangkul pendidik, mendengarkan kebutuhan lapangan, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak. Pendidikan usia dini ditekankan bukan sebatas kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), melainkan pembentukan karakter, kemandirian, rasa percaya diri, dan kebiasaan baik.

Kemudian Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Para Bunda PAUD Kecamatan diminta berkolaborasi intensif dengan Pokja Bunda PAUD, camat, lurah, pengurus RT/RW, kader PKK, dan tokoh masyarakat. Sinergi ini bertujuan mendata dan memetakan anak-anak yang belum atau terhenti mengakses pendidikan, memetakan kendala keluarga, serta memfasilitasi pendataan agar mereka bisa kembali belajar.

Dian Puspita juga mengingatkan pentingnya pendekatan holistik yang mencakup kesehatan, pemenuhan gizi, kebersihan, perlindungan, dan pengasuhan anak secara terpadu. Menurutnya, keberhasilan program PAUD tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan oleh anak dan keluarga.

"Mari kita bergerak bersama, turun ke lapangan, dan membuka ruang dialog dengan masyarakat. Melalui kolaborasi yang kuat, kita optimis dapat mengantarkan anak-anak Kota Padang tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia," pungkasnya.

Pelantikan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, Kepala DP3AP2KB, Boby Firman, Kepala Disdukcapil, Ances Kurniawan, serta seluruh camat se-Kota Padang.(Charlie / Nindy / Rossi)

​~ 📤 by Ju

Kirim Rating

`

Setup