Digitalisasi Smart Surau, Kota Padang Siapkan Ribuan...

post

Digitalisasi Smart Surau, Kota Padang Siapkan Ribuan Tablet dan Dana Kreatif untuk Remaja Masjid

PADANG, DISKOMINFO – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melakukan lompatan besar dalam memodernisasi tata kelola rumah ibadah melalui penguatan program Smart Surau. Fokus utama kini diarahkan pada digitalisasi pemantauan ibadah dan penyediaan ekosistem kreatif bagi generasi muda di tingkat kelurahan.

Setelah sebelumnya menggunakan sistem kartu fisik dan barcode, Pemko Padang segera menaruh ribuan unit tablet di masjid dan musala di seluruh penjuru kota. Teknologi pemindaian wajah (facial recognition) akan menjadi standar baru untuk mencatat kehadiran siswa dalam aktivitas masjid.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyatakan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menciptakan data yang lebih akurat dan terintegrasi.

"Kita akan tempelkan tablet di masjid-masjid dan musala. Jadi tinggal scan wajah saja lagi, lebih praktis dan modern," ujarnya saat memberikan sambutan pada penyerahan santunan anak yatim dan penutupan Pesantren Ramadan di Masjid Al-Munawwarah Siteba, Minggu (15/3/2026).

Sistem ini nantinya juga direncanakan dapat diakses oleh orang tua dan guru untuk memantau aktivitas rohani anak-anak mereka secara real-time.

Selain infrastruktur teknologi, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 juta pada tahun pertama khusus untuk mengaktivasi peran remaja masjid. Berbeda dengan bantuan hibah konvensional, dana ini disalurkan melalui sistem kompetisi proposal.

Remaja masjid ditantang untuk menyusun program kreatif, seperti pelatihan digitalisasi dan teknologi informasi, kegiatan mabit (menginap di masjid) dengan kurikulum modern, dan rogram sosial kemasyarakatan yang berbasis di lingkungan masjid.

"Kita lombakan. Mana yang paling kreatif dan serius, itu yang dipilih oleh bagian Kesra. Kita ingin remaja masjid memiliki tujuan dan dukungan dana yang jelas untuk mengeksekusi ide-ide mereka," tambahnya.

Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai "ruang ketiga" bagi masyarakat—tempat di mana aspek spiritualitas bertemu dengan perkembangan teknologi dan kreativitas sosial. Saat ini, tercatat sekitar 30.000 hingga 60.000 siswa di Padang telah aktif meramaikan masjid setiap harinya melalui program Subuh Mubarokah.

Dengan adanya dukungan teknologi dan anggaran kreatif, Pemko Padang berharap masjid tidak lagi hanya menjadi tempat ritual ibadah, melainkan inkubator bagi lahirnya generasi Indonesia yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga benar secara karakter. (Taufik)

~ Ju

Kirim Rating

`

Setup