FLS2N Padang 2026: Dominasi SMPN 7 dan Kejutan Para...

post

FLS2N Padang 2026: Dominasi SMPN 7 dan Kejutan Para ‘Underdog’

PADANG, DISKOMINFO — Peta kekuatan seni pelajar di Kota Padang resmi bergeser. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Padang 2026 yang berakhir Jumat (15/5/2026) kemarin, menyajikan panggung penuh drama. Tumbangnya para juara bertahan, konsistensi sang penguasa, hingga lahirnya para bintang baru.

Di tengah sengitnya gesekan kompetisi tahun ini, SMP Negeri 7 Padang sukses keluar sebagai bintang utama dengan aksi borong podium yang memukau.

Lompatan paling ikonik terjadi di cabang Tari Kreasi. Setelah harus puas di posisi runner-up pada tahun 2025, tim Tari Kreasi SMPN 7 Padang tahun ini tampil 'menggila' dan berhasil merebut takhta Juara 1.

Usut punya usut, ada strategi rahasia di balik performa magis mereka. Sang pelatih, Dendi, membeberkan formula baru yang mengubah peta permainan.

"Tahun lalu tema dan anggotanya perempuan semua. Namun tahun ini, kami berhasil mendapatkan bibit baru, yaitu talenta laki-laki. Kehadiran elemen baru ini membuat karakter tim menjadi jauh lebih kuat, kokoh, dan berkarakter di atas panggung," ungkap Dendi penuh bangga, Sabtu (16/5/2026).

Tidak hanya Tari Kreasi, SMPN 7 Padang juga menuntaskan misi back-to-back di cabang Kreativitas Musik Tradisional dengan mempertahankan gelar Juara 1 selama dua tahun berturut-turut. Tangan dingin sang pelatih, Panji, menjadi kunci penempa mental anak asuhnya.

"Anak-anak memang punya bakat, tapi bakat saja tidak cukup jika tidak ditempa dengan disiplin dan konsistensi," tegas Panji.

FLS2N 2026 juga menjadi saksi lahirnya duo debutan ajaib dari SMPN 7 Padang yang langsung menggebrak podium juara. Mereka adalah Latifa Putri Azzahra (Solo Song) dan Syifa Callysta Atarick (Mendongeng). Keduanya sukses menyabet peringkat kedua tingkat kota pada partisipasi pertama mereka.

Namun, di balik senyum kemenangan mereka, ada perjuangan mental yang luar biasa berat:

Latifa Putri Azzahra (Solo Song), sempat dihantui trauma masa lalu sekolahnya. Ia melihat seniornya, Fatih—seorang penyanyi berprestasi tingkat internasional—justru harus turun ke peringkat ketiga pada FLS2N 2025. Bayang-bayang kegagalan itu sempat memicu ketakutan besar, sebelum akhirnya Latifa berhasil membakar keraguan itu menjadi energi di atas panggung.

Syifa Callysta Atarick (Mendongeng) juga harus bertarung melawan rasa insecure dan ekspektasi besar sekolah yang membebani pundaknya. Beruntung, lewat pendampingan mental yang matang, Syifa sukses mengubah tekanan menjadi tepuk tangan riuh dari dewan juri.

Kiki Ramadeni, selaku pendamping siswa-siswi SMPN 7 Padang, menyebut keberhasilan tahun ini adalah buah dari latihan spartan. Menurutnya, menyatukan presisi gerakan, harmoni musik, dan penjiwaan budaya daerah bukanlah perkara instan.

"Dibutuhkan kerja keras, disiplin, kekompakan tim, serta kreativitas dalam menampilkan karya yang unik dan berkarakter," tutur Kiki.

Kini, seluruh kerja keras itu telah terbayar lunas. Dinas Pendidikan Kota Padang telah mengundang seluruh jawara FLS2N 2026 untuk menghadiri upacara penyerahan piala resmi yang akan digelar pada Senin pagi (18/5/2026), di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang. Panggung penghargaan yang merayakan keringat, air mata, dan kreativitas para generasi muda terbaik Padang.(Defrianto / Charlie)

~ Ju

Kirim Rating

`

Setup