Melati Syahra, Yatim Piatu Ingin Jadi Guru Agama

post

Melati Syahra, Yatim Piatu Ingin Jadi Guru Agama

PADANG, DISKOMINFO — Suasana haru menyelimuti kegiatan penyerahan santunan kepada anak yatim binaan Masjid Ukhuwah Balai Kota Padang, Kamis (12/3/2026). Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir kepada 112 anak yatim di lingkungan sekitar masjid.

Di antara ratusan penerima santunan, seorang siswi kelas XII MAN 1 Kota Padang, Melati Syahra, membuat suasana masjid sejenak hening dan menyentuh hati siapa saja.

Melati merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Ia kehilangan ayahnya saat masih duduk di bangku kelas IV SD. Akhir tahun lalu, sang ibu juga meninggal dunia setelah lama mengidap penyakit kelenjar getah bening. Sejak saat itu, Melati bersama saudara-saudaranya dibesarkan oleh nenek mereka di kawasan Guo, Kampung Anau.

Meski hidup dalam keterbatasan, Melati tetap menyimpan semangat besar untuk meraih cita-cita. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kota Padang.

“Alhamdulillah saya bersyukur sekali karena bantuan ini sangat membantu saya sebagai yatim piatu. Bantuan ini bisa membantu kebutuhan di rumah dan juga untuk melanjutkan sekolah,” ujar Melati dengan penuh haru.

Tak hanya bersekolah, Melati juga mengabdikan dirinya sebagai guru TPQ di masjid dekat rumahnya. Di hadapan Wakil Wali Kota Padang, ia pun menyampaikan cita-citanya untuk menjadi guru agama kelak.

Mendengar kisah dan tekad Melati, Wakil Wali Kota Maigus Nasir tampak terharu. Ia kemudian mengangkat Melati sebagai anak asuhnya dan mengarahkan agar namanya didaftarkan sebagai penerima bantuan untuk guru mengaji melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang.

Di kesempatan itu, Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan bahwa dirinya memang memiliki kedekatan khusus dengan anak-anak yatim sejak lama.

“Saya sejak di Baznas hingga sekarang memang sangat dekat dengan anak-anak yatim. Bahkan beberapa hari yang lalu saya kembali dinobatkan sebagai Ayah Yatim dalam kegiatan Yatim Fest,” ungkapnya.

Kisah Melati menjadi pengingat bahwa di balik santunan yang diberikan, ada harapan dan perjuangan anak-anak yang terus berusaha bangkit dari keterbatasan demi masa depan yang lebih baik.(Muhammad Viqi)

~ Ju

Kirim Rating

`

Setup