PADANG, DISKOMINFO - Kota Padang meraih Sertifikat Adipura pada tahun ini. Tidak itu saja, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Kota Padang sebagai kota nomor delapan terbersih se-Indonesia.
Raihan prestasi ini patut diacungi jempol. Bahkan Wali Kota Padang Fadly Amran memuji kinerja ”Pasukan Oranye" (petugas kebersihan) yang sudah optimal dalam bekerja. Tidak saja kepada "Pasukan Oranye", pujian juga disematkan kepada tim TRC, hingga jajaran DLH dan Dinas PU—yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga estetika kota.
"Terima kasih kepada seluruh tim yang setiap hari bekerja sejak subuh membuat Kota Padang menjadi bersih dan kinclong," ujar Fadly saat berbuka bersama seluruh tim lapangan di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).
Meski meraih prestasi membanggakan, Wali Kota Fadly Amran mengingatkan bahwa perjalanan menuju kota terbersih nomor satu masih memiliki tantangan besar, terutama pada rasio pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi saat ini sekitar 70% sampah masih berakhir di TPA.
Target ideal hanya 30% hingga 35% sampah yang masuk ke TPA melalui penguatan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
"Ini menjadi PR kita semua. Sampah seharusnya sudah dipilah sejak dari rumah tangga. Kita akan terus galakkan program Padang Rancak, termasuk lomba kebersihan antar RT/RW yang fokus pada pemilahan sampah di tingkat lingkungan," beber wali kota.
Melengkapi nuansa religius di bulan Ramadan, Ustadz Agus Suryanto memberikan tausiah yang menekankan bahwa profesi petugas kebersihan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bentuk ibadah yang bernilai pahala besar.
"Menjaga kebersihan adalah bagian dari iman. Jika dilakukan dengan niat baik dan rasa syukur, setiap keringat yang menetes dalam menjaga kebersihan kota adalah keberkahan," tutur Ustadz Agus.(Defrianto / Charlie)
~ Ju