PADANG, DISKOMINFO - Kelompok Dasawisma Aloe Vera 7 di Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang masuk nominasi lima besar Lomba Kelompok Dasawisma Tingkat Sumatera Barat Tahun 2026. Penilaian dilakukan Tim Pengurus TP-PKK Sumatera Barat, di Batu Gadang, Senin (20/4/2026).
Saat penilaian, Ketua TP-PKK Sumatera Barat, Ny Harneli Mahyeldi sempat berpantun di depan undangan. Menariknya, pantun yang disampaikan membangkitkan semangat dan harapan seluruh undangan yang hadir.
"Pai ka pasa mambali bumbu Randang, pai nyo pakai motor, luar biasa Dasawisma Kota Padang, karano masuak limo nominator (Pergi ke pasar membeli bumbu Rendang, perginya pakai motor, luar biasa Dasawisma Kota Padang, karena masuk lima nominator)," ujar Ny Harneli saat berpantun.
Tidak itu saja yang disampaikan Ketua TP-PKK Sumbar. Di bait pantun lain, Ny Harneli sempat menyinggung bahwa di antara lima daerah yang menjadi nominator, nama-nama yang lolos sebagai juara hingga peraih juara harapan sudah di tangan. Bahkan Ny Harneli menyebut bahwa Kota Padang ada tanda-tanda juara di tahun ini.
"Ma ambiak rambutan ka Sukarami, rambutan dibaok ka Sungai Tanang, mancaliak sambutan sabana rami, mungkin iko tando-tando ka manang (Mengambil rambutan ke Sukarami, rambutan dibawa ke Sungai Tanang, melihat sambutan yang cukup ramai, mungkin ini tanda-tanda akan menang), tanda-tanda baru ya," tegas Ny Harneli disambut tepukan riuh dari seluruh warga Batu Gadang yang hadir.
Kota Padang memang bersungguh-sungguh dalam penilaian Dasawisma tahun ini. Ketika penilaian, Wali Kota Padang Fadly Amran hadir langsung di arena penilaian. Kedatangan wali kota, mendapat apresiasi lebih dari Ketua TP-PKK Sumbar.
"Kehadiran wali kota ini menjadi penilaian lebih, terkadang ada daerah yang hanya menghadirkan Sekda, Asisten bahkan ada yang hanya menghadirkan kepala dinas saja," ujar Ny Harneli.
Sementara, Ketua TP-PKK Padang, Ny Dian Fadly Amran menekankan bahwa Dasawisma Aloe Vera 7 selama ini telah cukup banyak mendapat pembinaan. Tidak saja dari Pemprov Sumbar, akan tetapi juga dari Pemko Padang dan stakeholder lain. Dasawisma yang berada di Batu Gadang itu merupakan contoh bagaimana semangat kebersamaan, kreatifitas dan inovasi tumbuh di tengah masyarakat.
"Di sini lidah buaya tidak saja penghijauan, tetapi juga menjadi produk yang bernilai ekonomi," ungkap Ny Dian.
Lidah buaya di Batu Gadang diolah menjadi bernacam varian. Seperti makanan, stik, permen, bolu, puding, minuman serta sabun cuci tangan. Inovasi dan kreasi ini telah mendukung kesejahteraan warga sekitar.
“Kami berharap Dasawisma Aloe Vera 7 mampu menampilkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK secara optimal dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tuturnya. (Charlie / Viqi / Nindya)
~ Ju