PADANG, DISKOMINFO — Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang mengintensifkan program pembinaan komprehensif terhadap 48 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdata di daerah tersebut.
Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi lokal sesuai dengan Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas, mulai dari fase perintisan usaha hingga perluasan akses pasar.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Padang, Teddy Antonius menjelaskan bahwa pembinaan dirancang untuk menyasar sektor-sektor dominan yang ada saat ini.
"Untuk Kota Padang, UMKM kita yang sudah kita bina sebanyak 48.000 lebih yang ada di Kota Padang. Dari jumlah tersebut, struktur UMKM didominasi sektor ritel sebesar 40 persen dan sektor kuliner sebesar 33 persen," ujar Teddy saat menjelaskan skala basis data pelaku usaha yang tengah ditangani instansinya saat diwawancarai, Senin (15/6/2026).
Besarnya porsi sektor kuliner ini disinergikan dengan visi makro pemerintah daerah Kota Gastronomi.
"Kuliner bagian dari UMKM yang terbesar di Kota Padang, apalagi tentunya hal ini Kota Padang akan menuju Kota Gastronomi City," katanya.
Memastikan program pembinaan berjalan secara struktural dan tidak sekadar menjadi imbauan, Diskop UMKM Kota Padang menerapkan instrumen program berbasis penjenjangan dan kluster wilayah. Salah satunya melalui penguatan manajemen internal yang melibatkan ribuan pelaku usaha secara bertahap.
"Kita dari dinas pun sudah melakukan pembinaan kepada UMKM kita, mulai dari penganggaran dari kegiatan Dinas Koperasi UMKM, termasuk kita juga ada kelas bisnis melalui batch 1, 2, 3, dan 4, itu tersebar di 11 kecamatan," kata Teddy.
Selain kelas bisnis, pemerintah daerah juga menggelar program kompetisi dan kurasi ketat bertajuk UMKM Champion untuk menjaring pelaku usaha unggulan.
"Dari sekian banyak yang mendaftar, kita seleksi. Sekarang sudah 30 besar, nanti akan menuju ke 15, 10, 5, dan 3 besar. Nanti champion yang akan juara akan kita seremonialkan dalam bentuk festival akbar," pungkasnya. (Taufik / Charlie)
~ Ju