PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana banjir di wilayah Kota Padang, Selasa (4/8/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan penanganan tanggap darurat, pembersihan sisa material banjir, serta penyaluran bantuan kepada warga berjalan cepat dan lancar.
Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa beserta sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, serta Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama.
Rangkaian peninjauan diawali di SMPN 41 Padang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, yang sempat terendam dan dipenuhi endapan lumpur. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke permukiman warga di kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji. Di lokasi ini, tercatat sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak, di mana beberapa rumah warga mengalami rusak ringan dan kemasukan lumpur akibat luapan air sejak Senin (3/8/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang juga mendampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan berupa kasur dan paket sembako kepada masyarakat terdampak di Lapau Munggu.
Rangkaian kegiatan peninjauan ditutup dengan kunjungan duka ke rumah salah seorang warga di Palarik, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat menghadapi situasi banjir.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, Pemko Padang bersama seluruh stakeholder dan elemen masyarakat langsung bergerak cepat melakukan gotong royong pembersihan fasilitas publik dan kawasan permukiman.
"Kami meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang bergerak cepat membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak. Pembersihan akan dilakukan hingga sore hari agar besok anak-anak sudah dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar," tegas Fadly Amran di SMPN 41 Padang.
Fadly menjelaskan, penanganan pascabanjir dilakukan secara menyeluruh mulai dari pembersihan endapan lumpur hingga evakuasi kayu dan pohon yang terbawa arus sungai. Bantuan darurat berupa makanan siap saji, pakaian, selimut, serta pendirian posko juga telah disiagakan di berbagai titik.
"Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pembersihan. Titik banjir yang cukup parah ada sekitar 15 lokasi tersebar di Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Lubuk Begalung. Karena itu, kami sangat mendorong percepatan program rehabilitasi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi di kawasan daerah aliran sungai yang tengah dilakukan," ujarnya.
Mengenai intensitas hujan, Wali Kota mengungkapkan bahwa curah hujan yang mengguyur Kota Padang sejak Senin siang terbilang sangat tinggi.
"Curah hujan yang terjadi sejak kemarin siang mencapai sekitar 360 milimeter, bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir November 2025 lalu yang berkisar 260 hingga 290 milimeter. Saya memahami masyarakat menghadapi kesulitan, namun kondisi dampaknya kali ini tidak separah bencana November lalu," ungkapnya.
Meski BMKG memprakirakan kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan mulai membaik, Wali Kota mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat Kota Padang merupakan daerah rawan bencana.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan dan semua pihak yang telah turun membantu masyarakat. Solidaritas seperti inilah yang harus terus kita jaga. Kota Padang merupakan daerah yang memiliki potensi bencana, sehingga kesiapsiagaan kita bersama harus terus ditingkatkan," tutup Fadly. (Charlie / Mul / Lakti / Fahri / Eqi / Zulrifky)
~ Ju