PADANG, DISKOMINFO - Puluhan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seluruh SMP se-Kota Padang dapat bekal ilmu. Mereka diajarkan menjadi animator dan gamer.
"Subsektor animasi sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menjanjikan," ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati saat membuka kegiatan Pelatihan Pengenalan dan Pembuatan Game di Gedung Youth Center, Selasa (10/2/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh 70 orang guru TIK SMP dengan tujuan membekali tenaga pendidik agar mampu menularkan ilmu teknologi digital, khususnya animasi dan game development, kepada siswa di sekolah. Langkah ini sejalan dengan ambisi Kota Padang untuk mencetak bibit unggul kreatif yang mampu bersaing di kancah internasional.
"Banyak anak-anak kita yang hanya dianggap bermain game, padahal mereka bisa menghasilkan 'cuan' atau nilai ekonomi dari sana. Kami ingin Youth Center ini menjadi sentral aktivitas kreatif mereka. Melalui guru-guru yang hadir hari ini, kita berharap lahir cikal bakal animator hebat dari SMP di Padang yang karyanya tidak hanya diakui lokal, tapi hingga internasional," ujar Rina Melati mewakili wali kota.
Rina juga menambahkan bahwa ke depan, karya animasi siswa diharapkan dapat mendukung promosi kuliner Padang yang sedang dipersiapkan menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai Kota Gastronomi pada tahun 2027.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemko Padang dengan Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP).
Wakil Direktur I Sekolah Vokasi UNP, Bambang Heryadi, mengungkapkan bahwa potensi talenta digital di Sumatera Barat sangat besar. Disebutkannya, prestasi Teaching Factory Animasi (TEFA) UNP cukup banyak. Seperti terlibat dalam proyek besar animasi 'Upin-Ipin', 'BoBoBoy', hingga pembuatan game global berlatar budaya Minangkabau.
"Produk kita sudah go internasional. Kami siap berkolaborasi menjadikan Youth Center sebagai pusat pengembangan animasi. Guru-guru adalah ujung tombak untuk mengarahkan minat anak-anak yang kini sudah sangat akrab dengan teknologi," ungkapnya.
Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang, James Hellyward turut memberikan motivasi kepada para guru untuk tetap memiliki semangat muda dalam mengadopsi kreativitas dan inovasi digital. James menekankan bahwa aset visual dan desain digital adalah kunci masa depan ekonomi kreatif di Kota Padang melalui program "Saluak Padang".
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru tidak hanya menguasai perangkat lunak, tetapi juga mampu mengintegrasikan kearifan lokal seperti sejarah kuliner dan budaya ke dalam media digital yang menarik bagi generasi muda.(Defrianto / Charlie)
Uploader : Ju