Raih Skor 78,00, Kota Padang Peringkat Pertama Hasil SPI KPK...

post

Raih Skor 78,00, Kota Padang Peringkat Pertama Hasil SPI KPK se-Ibu Kota Provinsi di Sumatera

Padang – Pemerintah Kota Padang menorehkan capaian membanggakan dalam hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Dengan raihan skor 78,00, Kota Padang sukses menempati peringkat pertama di antara seluruh ibu kota provinsi yang ada di Pulau Sumatera.

Keberhasilan ini menempatkan Kota Padang di posisi teratas, mengungguli sejumlah ibu kota provinsi lainnya di Sumatera, antara lain, Banda Aceh (74,95), Palembang (72,24), Jambi (68,29), Pekanbaru (67,73), Medan (67,05), Bandar Lampung (66,80), Bengkulu (64,83).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik dan mengapresiasi capaian ini. Menurutnya, prestasi tersebut sejalan dengan semangat Program Unggulan (Progul) Padang Amanah yang menempatkan integritas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan.

"Alhamdulillah, hasil ini menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari implementasi Progul Padang Amanah yang kami dorong di seluruh perangkat daerah," ujar Fadly Amran saat menghadiri pemaparan hasil SPI tersebut bersama Inspektur Kota Padang, Sony Budaya Putra, dan Auditor Ahli Muda Inspektorat, Dodi Stapet di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, Inspektur Kota Padang, Sony Budaya Putra, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPI Tahun 2025 di Pemko Padang melibatkan total 1.551 responden. Responden tersebut terdiri dari pegawai internal, pengguna layanan, mitra kerja atau vendor, serta para ahli yang telah berinteraksi dengan Pemko Padang dalam kurun waktu sedikitnya 12 bulan terakhir.

"Survei yang dilakukan oleh KPK melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, tenaga ahli seperti Ombudsman, BPKP, advokat, asosiasi profesi, hingga para pemangku kepentingan lainnya. Hasilnya menjadi cerminan tingkat integritas penyelenggaraan pemerintahan di Kota Padang," jelas Sony.

Sony menambahkan, dengan Indeks Integritas berada pada angka 78,00, Kota Padang kini masuk dalam kategori Terjaga. Nilai ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana kontribusi peningkatan terbesar berasal dari komponen internal yang naik sebesar 2,47 poin.

Secara rinci, performa nilai SPI Kota Padang adalah Komponen Internal dengan skor 74,63 (Kategori Waspada), meningkat dari skor 72,25 pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan nyata dalam proses dan manajemen internal pemerintahan.

Kemudian Komponen Eksternal mencatat skor impresif 88,73 (Kategori Terjaga), naik dari skor 86,47 pada tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya integritas serta tingginya kepercayaan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan di luar instansi.

Meskipun meraih hasil memuaskan, Pemko Padang tidak lantas berpuas diri. Hasil SPI KPK juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi. Beberapa di antaranya adalah peningkatan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa, serta penguatan sistem promosi dan mutasi pegawai berbasis merit guna mencegah praktik nepotisme.

"Penilaian beberapa indikator ini menjadi catatan penting bagi kami. Hasil SPI tidak hanya menjadi ukuran capaian, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan aparatur terhadap aturan, serta membangun budaya kerja yang semakin berintegritas di seluruh perangkat daerah," tegas Sony Budaya Putra.

Menindaklanjuti rekomendasi dari KPK RI, Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk terus memperkuat keterbukaan informasi pelayanan publik, menggencarkan sosialisasi pengendalian gratifikasi, memperkuat pengawasan internal, serta melakukan evaluasi layanan secara berkala demi meningkatkan integritas, kualitas pelayanan, dan kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.(Charlie)

~ Ju

Kirim Rating

`

Setup