PADANG, DISKOMINFO - Minggu pagi, 3 Mei 2026, suasana berbeda terasa di Perumahan PBSM (Puri Berlindo Sumbar Mas). Bersama puluhan warga, Wali Kota Padang terlihat akrab dan saling berbagi cerita. Silaturahmi spontan ini menjadi ajang kehangatan antara pemimpin kota dan masyarakatnya.
Di tengah padatnya agenda, Wali Kota Padang, Fadli Amran, meluangkan waktu untuk berbincang santai dengan warga. Melalui kunjungan tanpa protokol formal, ia datang tanpa rombongan besar.
“Terima kasih atas undangannya. Kawasannya bersih dan asri. Sukses selalu dan tetap kompak,” ujar Wali Kota Padang Fadli Amran memulai ngobrol santai bersama warga.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota langsung membaur dengan warga. Ia juga menyempatkan diri berdiskusi dengan anak-anak Dojo Rabani (karate) yang tengah menjalani latihan rutin mingguan.
Pada momentum yang sama, Wali Kota turut beramah tamah dengan ustaz dan santri Rumah Tahfiz Ahlul Qur’an. “Ini sejalan dengan program unggulan (progul) Smart Surau. Bagi yang memiliki hafalan banyak, nantinya bisa mengikuti program pendidikan ke Universitas Kuala Lumpur . Program ini sudah berjalan di Pemko Padang,” ungkapnya.
Usai dari Dojo Rabani, Wali Kota menyapa dan berinteraksi dengan kelompok senam warga PBSM. Gurauan dan gelak tawa mewarnai suasana di lapangan Rabani Sport Centre. Keakraban terlihat alami dalam kunjungan spontan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Lurah Kubu Dalam Parak Karakah, Ketua LPS Kubu Dalam Parak Karakah, Sekretaris Camat Padang Timur, serta anggota DPRD Kota Padang, Rafly Boy, yang datang belakangan.
Sementara itu Ketua RT 04/RW 15, Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padamg Timur Fajri Muharja dalam paparannya menjelaskan bagaimana lingkungan PBSM menerjemahkan program unggulan kota.
“Kami mencoba mengimplementasikan progul Kota Padang. Visi RT 04/RW 15 adalah menjadi perumahan yang nyaman, bersih, sehat, dan ramah anak. Untuk mewujudkannya, berbagai langkah telah dilakukan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana secara swadaya,” ujar Fajri.
Lebih lanjut, Fajri menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan telah berjalan secara konsisten sejak lima tahun terakhir. Kesadaran warga dalam pengelolaan sampah sudah terbentuk, bahkan jauh sebelum LPS hadir. RT 04/RW 15 telah memiliki mekanisme tersendiri dalam tata kelola sampah. Semua itu dilakukan secara swadaya oleh warga.
Hal serupa juga terlihat dalam pengelolaan lingkungan. Taman, drainase, dan fasilitas umum dirawat secara berkala melalui gotong royong. Khusus untuk fasilitas umum dan taman kompleks, telah ditunjuk petugas yang bertanggung jawab dalam perawatan dan penataannya.
Dalam mendukung gaya hidup sehat, tersedia berbagai fasilitas olahraga bagi anak-anak dan warga, mulai dari lapangan bulu tangkis, Dojo Rabani, lapangan futsal, pusat kebugaran, hingga lapangan basket dengan ring portabel. Seluruh fasilitas tersebut dibangun secara swadaya.
Untuk mendukung dan menyinkronkan program Smart Surau, selain memaksimalkan fungsi Masjid Nurul Ikhlas dan Masjid Jihad, juga terdapat rumah tahfiz yang telah melahirkan banyak hafiz dan hafizah. Santri santrinya sudah hafal Alquran mulai dari 2 juz hingga 30 juz.
Menurut Fajri, sebagai bagian dari warga Kota Padang, RT 04/RW 15 berupaya menyelaraskan program lingkungan dengan visi pemerintah kota.
“Kami berharap kompleks ini dapat menjadi pionir dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah anak,” tambahnya.
Selain memaparkan partisipasi warga, Fajri juga menyampaikan rencana jangka panjang yang tengah diupayakan. “Ke depan, kami mendorong terwujudnya kanalisasi di hulu irigasi Gunung Nago yang melintasi kawasan ini. Permohonan telah kami sampaikan ke BWS V, dan semoga dapat segera direalisasikan. Jika terwujud, bantaran sungai dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dan area rekreasi warga,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadli Amran, kembali mengapresiasi tingginya partisipasi dan komitmen warga dalam menjaga lingkungan yang bersih dan ramah anak.
“Bagus, tetap kompak selalu ya. Pemerintah Kota Padang saat ini terus mendorong agar Kota Padang menjadi kota yang bersih dan indah. Salah satu upaya yang sedang kita maksimalkan adalah melalui pengelolaan sampah”, ujarnya.
Menurutnya, langkah maju yang telah dilakukan warga RT 04) RW15 perlu ditingkatkan ke tahap berikutnya, yakni pemilahan sampah dari rumah tangga.
“Kami berharap sampah organik dan nonorganik sudah mulai dipisahkan dari rumah tangga. Dengan begitu, sampah akan memiliki nilai ekonomis. Jika sebelumnya warga membayar iuran Rp25.000 per KK untuk LPS, ke depan justru bisa menjadi surplus. Nantinya akan ada petugas yang menjemput dan menimbang sampah, serta setiap KK memiliki buku saldo sampah,” jelasnya.
Selain berdiskusi, Wali Kota juga menikmati hidangan yang disiapkan warga secara sukarela, seperti bubur kacang padi, kerupuk kuah, dan aneka gorengan lainnya.
Menindaklanjuti usulan Walikota Padang, Pengurus RT 04/RW 15 langsung mengadakan rapat dan memfollow up program bank sampah ini.
"Khusus bank sampah kita akan tindaklanjuti dan nanti akan kita libatkan pihak kampus (Universitas Andalas-red) dalam merumuskan mekanismenya. Ini untuk RT 04/RW 15 saja. Kalau Pemko tentu sudah punya mekanisme dan kita akan mensingkronkan dengan konsep dan mekanisme Bank Sampah yang sudah berjalan di Pemko Padamg", ungkap Fajri.
Dalam kunjungan silaturahmi ini, Wali Kota hadir dengan rombongan terbatas. Tampak mendampingi beberapa staf protokoler, Sekcam Padang Timur, Lurah Kubu Dalam Parak Karakah, Ketua LPS setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat (dubalang) di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah dan utusan Dubalang Padang Timur. (*/Taufik)
~ Ju