PADANG, DISKOMINFO – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir mengirimkan pesan kuat bagi dunia pendidikan saat membuka Musabaqah Tilawah Al-Qur'an (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Pauh di Masjid Istiqlal, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kejayaan Kota Padang di masa depan tidak akan dibangun dengan beton, melainkan dengan otak dan karakter generasi mudanya.
Dalam sambutannya, Buya Maigus mengubah nuansa seremoni MTQ menjadi momentum pengumuman transisi besar pendidikan karakter di Kota Padang.
Dia mengkritik standar kemajuan yang hanya melihat bangunan fisik. Menurutnya, indikator kota maju yang sebenarnya adalah lahirnya generasi yang memiliki kecerdasan emosional dan kemampuan komunikasi lintas negara.
"Kita gerakkan segala potensi untuk mewujudkan Padang yang pintar dan sehat. Target kita adalah generasi yang mampu berbicara di tingkat dunia dan perguruan tinggi ternama, namun tetap berlandaskan agama dan budaya," tegas Maigus di hadapan para tokoh masyarakat dan penggiat Al-Qur'an.
Salah satu poin krusial dalam sambutannya adalah pengumuman peluncuran Program 3T yang dijadwalkan pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei mendatang.
Program ini dirancang untuk memastikan siswa SMP tidak hanya sekadar membaca Al Quran, tapi menguasai tiga pilar utama, yaitu tahsin (perbaikan) sebagai standar kualitas bacaan, tafsir (pemahaman) dengan membedah isi kandungan Al-Qur'an agar siswa mengerti apa yang mereka baca dalam Salat, dan Tahfiz (hafalan) untuk melanjutkan estafet hafalan Al-Qur'an.
Sejalan dengan visi tersebut, MTQ ke-42 ini menjadi panggung pembuktian program unggulan Smart Surau. Pemerintah Kota (Pemko) Padang kini mulai mengintegrasikan teknologi digital ke dalam manajemen surau dan masjid.
"Pendidikan Al-Qur'an tidak lagi dianggap sebagai kegiatan sampingan (non-formal) yang dikelola alakadarnya, melainkan didukung penuh oleh pemerintah melalui platform pembelajaran modern dan rekaman tilawah digital," ujarnya.
Sinergi antara Camat Pauh, jajaran Forkopimca, dan Kemenag dalam acara ini menjadi sinyal bahwa gerakan "kembali ke surau" di Padang kini telah bertransformasi menjadi gerakan intelektual berbasis digital.
"MTQ ke-42 Kecamatan Pauh bukan lagi soal siapa yang menang lomba, tapi soal bagaimana Al-Qur'an menjadi alat bagi anak muda Padang untuk menguasai teknologi dan dunia tanpa kehilangan identitas agamanya," pungkas dia. (Taufik/Ghaza)
~ Ju