PADANG, DISKOMINFO – Bulan Ramadan sebentar lagi. Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Di bulan suci itu, umat Islam mencari amalan sebanyak-banyaknya.
Selain itu, bulan puasa juga dianggap sebagai bulan penuh berkah bagi para pedagang. Terutama bagi pedagang makanan yang menyediakan takjil, serta pedagang pakaian yang berjualan menjelang lebaran nanti.
Tak heran jika pada saat bulan puasa, kebutuhan masyarakat terhadap pangan meningkat pesat. Permintaan meningkat, sementara pasokan berkurang. Akibatnya, kerap terjadi inflasi saat bulan puasa dan lebaran. Agar tidak terjadi inflasi berkepanjangan saat bulan Ramadan nanti, Pemerintah Kota Padang menumpangkan harapan kepada ulama.
“Di bulan puasa, memang konsumsi masyarakat hanya dua kali sehari (saat sahur dan berbuka), namun volume yang dikonsumsi meningkat dari biasanya,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Padang, Indra Noveri saat High Level Meeting TPID Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (10/2/2026).
Indra mengimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak bersabar ketika bulan puasa. Tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.
“Tentunya kita mengimbau masyarakat agar lebih efektif dan bijak,” harapnya.
Agar imbauan ini dapat menyasar kepada seluruh lapisan masyarakat, Kepala Bagian Perekonomin dan SDA itu menumpangkan harapan kepada seluruh ulama. Supaya ketika memberikan ceramah atau tausyiah kepada jemaah, ulama dapat menyampaikan pentingnya menjaga kesabaran saat berpuasa, terutama dalam mengonsumsi makanan dan minuman.
“Lewat ulama kita tumpangkan harapan dan tidak terjadi inflasi, dan deflasi pun dapat terus terjaga,” ujar Kabag Perekonomian dan SDA itu.
Rapat High Level Meeting TPID itu diikuti sejumlah BUMN dan instansi lainnya. Di antaranya seperti perwakilan dari Bank Indonesia, Bulog, BPS Kota Padang, MUI, Perumda AM Kota Padang, OPD terkait di Pemko Padang serta Pemprov Sumbar.(Charlie)
Uploader : Ju