PADANG - Menindaklanjuti imbauan dari Dinas Pendidikan Kota Padang terkait cuaca buruk serta penurunan kualitas udara akibat asap dan abu vulkanik, sejumlah sekolah di Kota Padang mulai menerapkan instruksi khusus dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Langkah antisipatif ini terpantau berjalan efektif pada Selasa (15/09/2026), dengan mewajibkan penggunaan masker bagi seluruh guru dan siswa, terutama saat berada di area terbuka atau pekarangan sekolah.
Kebijakan tersebut diambil demi mencegah timbulnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan pelajar. Selain kewajiban memakai masker, seluruh kegiatan fisik atau aktivitas di luar ruangan—seperti olahraga, upacara, dan senam—juga ditiadakan untuk sementara waktu. Pihak sekolah turut mengimbau para orang tua dan wali murid agar selalu mengingatkan anak-anak mereka untuk memakai masker sejak berangkat dari rumah, selama di sekolah, hingga perjalanan pulang.
Kepala SDN 34 Simpang Haru Zulmarlaini memastikan bahwa penerapan instruksi ini di sekolahnya berjalan sangat baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. "Penerapan penggunaan masker saat ini berjalan sangat efektif. Bagi siswa yang belum membawa masker, kami terus mengimbau dan pihak sekolah juga menyediakan cadangan masker," jelasnya. Ia menambahkan bahwa peniadaan kegiatan di luar kelas dilakukan murni demi menjaga kesehatan anak-anak dari ancaman ISPA.
Pemandangan serupa juga terlihat di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana aturan dijalankan secara disiplin tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 30 Padang Dian Putra mengungkapkan bahwa penggunaan masker tidak mengganggu jalannya PBM yang tetap berlangsung secara efektif di dalam kelas.
"Tingkat kepatuhan siswa kami sudah mencapai sekitar 90 persen. Proses PBM tetap berjalan efektif di dalam kelas, hanya saja seluruh kegiatan lapangan ditiadakan. Fokus kami adalah memastikan anak-anak tetap belajar dengan aman," tegas Dian Putra.
Dari sudut pandang pelajar, kebijakan ini dinilai positif dan sama sekali tidak membebani aktivitas akademik mereka. Duta Digital SMP Negeri 30 Padang Ignacia Noyasiva menyatakan bahwa para siswa menyadari pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan saat ini.
"Kami dari pihak siswa tentu mematuhi arahan guru-guru demi kebaikan bersama. Sejauh ini penggunaan masker sama sekali tidak mengganggu proses belajar kami di dalam kelas," tutupnya.
(Taufik)
~ 📤 by Ju