PADANG, DISKOMINFO – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus bergerak demi meraih penghargaan tertinggi Swasti Saba Wistara (kategori emas) pada penilaian Kota Sehat 2027.
Kepala Bappeda Kota Padang Swesti Fanloni menegaskan pentingnya mengevaluasi baseline capaian saat ini dan bergerak bersama dalam satu komando. Hal itu sesuai dengan instruksi Wali Kota Padang yang ia teruskan kepada seluruh lurah se-Kota Padang dalam rapat evaluasi di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Jumat (5/6/2026).
Evaluasi teknis ini melibatkan seluruh lurah karena mereka merupakan garda terdepan yang memegang kendali atas basis data dan kondisi riil di lapangan.
Pemko Padang ingin memastikan pemenuhan indikator penilaian dilakukan secara presisi dari tingkat kelurahan.
Swesti Fanloni menegaskan bahwa pertemuan dilaksanakan untuk memetakan kekuatan dan kekurangan kota secara riil, bukan sekadar laporan di atas kertas.
"Prinsipnya kita adalah bagaimana menyatukan, menyamakan persepsi. Kita mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan, kita tahu baseline, kita tahu posisi berdiri kita saat ini di mana, dan kita tahu langkah perbaikan apa yang harus kita lakukan," kata Swesti.
Menurut Swesti, untuk menembus target kategori emas pada 2027, seluruh kelurahan tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri dengan program yang terfragmentasi.
Gerakan ini menuntut aksi nyata di lapangan yang langsung menyentuh masyarakat melalui peran aktif para lurah dan Ketua Pokja Kelurahan.
Aksi kerja di tingkat akar rumput ini ditargetkan mampu mengikis jarak antara perencanaan di tingkat kota dengan eksekusi di lapangan. Swesti Fanloni mengingatkan, arahan Wali Kota Padang sangat jelas untuk menyingkirkan ego sektoral dan satukan barisan.
"Inilah pertemuan ini kita lakukan untuk pada prinsipnya pesan Bapak Wali Kota, bagaimana gerak ini menjadi satu gerak, aksi bersama, kolaborasi bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama kita, Padang menjadi kota sehat dan cerdas," pungkas Swesti. (Taufik / Charlie)
~ Ju