Padang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya hadir di kegiatan Rapat Koordinasi Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Barat yang digagas Pemprov Sumbar, Senin (2/11/2026). Di pertemuan itu, Bima Arya meminta seluruh daerah di Sumatera Barat untuk menggelar banyak event (acara) agar pertumbuhan perekonomian meningkat pesat.
“Saya melihat, salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian yakni dengan menggelar banyak event yang menghadirkan tamu dari luar,” kata Bima Arya di depan sejumlah bupati/wali kota se-Sumbar di Auditorium Gubernuran.
Bima Arya sempat sangat terkesan dengan sejumlah event yang digelar sejumlah daerah dan terbilang sukses menghadirkan turis lokal maupun mancanegara. Seperti even “Minang Geopark Run 2026” yang digelar di Bukittinggi, kemarin. Menurut Bima, kegiatan lari itu didatangi banyak orang dan meningkatkan ekonomi sekitar.
“Minang Geopark Run 2026 sangat bagus, berdampak dahysat di sektor perekonomian sekitar, bahkan BPS ikut terlibat melakukan pemetaan dan survey ketika itu, daerah lain harus meniru itu,” ujar Bima.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang hadir dalam kegiatan itu mengaku banyak mendapat pencerahan dari Wamen Bima Arya dan Wakil Kepala BPS Pusat, Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Bahkan Maigus menilai, pemaparan yang disampaikan Wamen Bima Arya dan BPS sudah sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Padang sebagai kota destinasi wisata.
“Padang sudah memulainya, sejak 2025 lalu kita sudah menggelar banyak event, seperti BOM Run, dan lainnya,” terang Maigus Nasir.
Pun begitu, Padang ke depan akan terus bergerak agar menjadi kota maju yang menggerakkan setiap event skala nasional. Termasuk memanfaatkan potensi wisata dan diaspora Minangkabau yang menjadi kekuatan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, Wawako Maigus menyebut bahwa saat ini Kota Padang terus menggerakkan infrastruktur, seperti revitalisasi Pasar Raya. Menjadikan pasar yang nyaman dan indah, serta menata para pedagang agar dapat mengubah mindset supaya menjadi pedagang yang siap untuk menasional.
“Karena memang pedagang adalah potensi penggerak perekonomian,” jelas Maigus Nasir.
Di Rakor itu juga dibahas tentang bonus demografi. Penduduk Indonesia pada tahun 2045 mendatang akan didominasi oleh pemuda yang berusia produktif. Sementara di Sumatera Barat, bonus demografi justru berakhir lebih cepat, yakni tahun 2033.
Menyikapi itu, Pemerintah Kota Padang akan terus menggenjot para kaum milenial untuk dapat terlibat dengan menggerakkan urban farming berbasis milenial. Memanfaatkan lahan yang ada termasuk kawasan lingkungan rumah tangga.
“Kaum milenial saat ini harus menjadi subyek atau pelaku, kita libatkan mereka yang punya kreatifitas dan menyesuaikan dengan kemajuan tekonologi,” kata Maigus Nasir.
Rakor Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Barat dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi, serta sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat. Di kesempatan itu juga dilakukan tanya jawab dengan beberapa kepala daerah.(Charlie)
~ 📤 by Ju