PADANG, DISKOMINFO — Pemerintah Kota (Pemko) Padang meluncurkan GeoPortal Padati, sebuah terobosan sistem informasi untuk mengintegrasikan data sektoral secara akurat dan transparan. Kehadiran platform digital ini diharapkan dapat memotong birokrasi pengelolaan data kewilayahan terdahulu yang masih manual dan terfragmentasi.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Padang, Diko Eka Putra mengungkapkan bahwa di era transformasi digital saat ini, data sektoral bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan.
"Dalam pembangunan layanan pemerintah, ketersediaan data yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses adalah kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan," ujar Diko, Jumat (26/6/2026).
Diko menjelaskan, GeoPortal Padati memuat kumpulan informasi sektoral yang dikelola oleh instansi pemerintah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
"Hadirnya sistem ini tentu sangat tepat dan sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kota Padang, seperti mewujudkan Kota Pintar (Smart City) serta penguatan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif," tuturnya.
Sebagai bentuk pelayanan publik, GeoPortal Padati menerapkan standardisasi, digitalisasi, dan visualisasi data demi mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem ini, berbagai data krusial di lapangan dapat dipetakan secara terperinci.
"GeoPortal Padati mampu memvisualisasikan berbagai data penting yang dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan. Mulai dari batas wilayah, jumlah penduduk, pembangunan infrastruktur fisik (baik program manunggal maupun aspirasi), lokasi posyandu, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), Lingkungan Pengoperasian Sampah (LPS), bank sampah, titik UMKM, hingga lokasi masjid atau musala," urai Diko.
Tidak hanya itu, sistem ini juga mencakup data rumah gizi, fasilitas sekolah, sebaran program dokter warga, pemetaan daerah rawan bencana serta riwayat kejadiannya, titik rawan kenakalan remaja, depot air minum, hingga data penginapan dan rumah kos.
Meski demikian, Diko menambahkan bahwa keberhasilan implementasi GeoPortal Padati sangat bergantung pada sinergi dan dukungan berbagai pihak. Mulai dari koordinasi lintas dinas, peran aktif kepala seksi di tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga kontribusi pengurus RT dan RW yang bersentuhan langsung dengan masyarakat
.
"Banyak pihak yang mendukung teraplikasinya sistem ini. Struktur pemerintahan di kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT/RW berperan penting dalam merampungkan data agar menjadi sangat akurat," jelasnya.
Melalui pengelolaan data kewilayahan berbasis teknologi informasi ini, Diko berharap GeoPortal Padati dapat mengoptimalkan kinerja pemerintah sehingga program-program yang digulirkan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Kota Padang. (Taufik / Charlie)
~ Ju