PADANG - Kota Padang berhasil menembus jajaran tiga besar kota terbaik secara nasional dalam penilaian penyelenggaraan sistem pengelolaan sanitasi tahun 2026. Capaian membanggakan ini menjadi bentuk pengakuan konkret atas komitmen Pemerintah Kota Padang dalam membenahi tata kelola persampahan dan air limbah domestik secara terpadu serta berkelanjutan pada Senin (26/10/2026).
Penetapan tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang Fadly Amran menerima kunjungan lapangan Tim Penilai Kabupaten/Kota Terbaik dalam Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Sanitasi 2026 di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang. Rombongan tim penilai tersebut dipimpin oleh Jabatan Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Ahli Utama Kementerian PUPR Rezeki Perangin Angin.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Fadelan Fitra Masta.
Dalam keterangannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa sektor sanitasi merupakan pilar vital dalam mewujudkan visi Padang sebagai kota pintar (smart city) dan kota sehat. Wujud komitmen nyata tersebut dibuktikan dengan pengalokasian anggaran sebesar 4,18 persen dari APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026 khusus untuk memperkuat sektor persampahan dan air limbah.
"Kami ingin menjadikan Padang sebagai kota tujuan dengan pelayanan dasar yang berkualitas melalui pembenahan sanitasi, air bersih, kebersihan lingkungan, serta standar kebersihan usaha dan produk makanan. Penilaian ini menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan sanitasi demi mewujudkan Kota Padang yang bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing," tegas Wali Kota Padang Fadly Amran.
Ia menambahkan, Pemko Padang telah memperkuat kelembagaan melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) berbasis masyarakat yang didukung sekitar 600 unit bentor jemput sampah, penerapan insentif pemilahan sampah, hingga penyiapan skema retribusi berkeadilan dan pembentukan UPTD pendukung. Selain itu, langkah strategis penanganan air limbah domestik terus dipacu.
"Selain persampahan, kita tengah menyusun masterplan pengelolaan air limbah domestik, termasuk pengembangan sistem pengolahan terpusat skala kota dengan memprioritaskan kawasan Batang Arau dan Muaro untuk mencegah pencemaran drainase dan sungai. Kita juga membuka peluang kerja sama sister city (kota kembar) dengan Kota Hildesheim, Jerman untuk mendukung perencanaan sistem pengolahan air limbah berkelanjutan," jelas Wali Kota Padang Fadly Amran.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Rezeki Perangin Angin menyampaikan bahwa proses seleksi berlangsung amat ketat melalui beberapa tahapan dari 75 kabupaten/kota, lalu disaring menjadi 15 daerah, hingga mengerucut pada enam daerah terbaik yang mencakup tiga kabupaten dan tiga kota.
"Berdasarkan tipologi kota, Padang masuk tiga terbaik di Indonesia. Ini patut diapresiasi, namun kami perlu melihat langsung kondisi di lapangan untuk memastikan hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Rezeki Perangin Angin.
(Dv)
~ ๐ค by Ju