PADANG, DISKOMINFO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang meluncurkan gerakan mandiri Urban Farming yang menyasar ibu-ibu Majelis Taklim se-Kota Padang. Kegiatan yang dibalut dengan sosialisasi literasi ekonomi syariah dan ciri keaslian uang rupiah ini digelar di Aula Bank Indonesia, Jumat (13/3/2026).
Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Mohammad Abdul Majid Ikram, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya cabai, yang sering menjadi pemicu utama inflasi di Sumatera Barat.
"Cabai adalah komoditas utama masyarakat kita. Melalui Urban Farming, kita mendorong rumah tangga di perkotaan yang lahannya terbatas untuk produktif. Setiap peserta hari ini membawa pulang tiga bibit cabai beserta alat tanamnya," ujar Majid.
Ia juga menantang para peserta untuk merawat tanaman tersebut dengan serius. BI akan menerjunkan tim untuk memantau perkembangan tanaman dalam empat bulan ke depan.
"Siapa yang pohon cabainya paling subur dan berbuah lebat saat Hari Jadi Kota Padang nanti, akan kami berikan hadiah spesial," bebernya
Sementara, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menekankan bahwa program ini bukan sekadar urusan perut, melainkan strategi menjaga keharmonisan rumah tangga.
"Masalah ekonomi sering kali menjadi pemicu keretakan rumah tangga. Data menunjukkan angka perceraian cukup tinggi karena faktor ekonomi. Dengan berkebun di pekarangan, ada waktu satu jam di pagi hari bagi suami istri untuk berinteraksi merawat tanaman, jauh dari gawai, sehingga tercipta suasana Baiti Jannati," tutur maigus
Ia juga mengapresiasi langkah BI yang memfasilitasi Ibu-ibu Majelis Taklim (MTI dan BKMT). Menurutnya, jika dikelola secara berkelompok, hasil panen dari ratusan polybag ini bisa dipasok ke Koperasi Merah Putih di kelurahan untuk mendukung kebutuhan kuliner Kota Padang yang besar.
Diharapkan kegiatan ini menjadi pemantik bagi 104 kelurahan di Kota Padang untuk menjadikan Urban Farming sebagai gaya hidup baru menuju kemandirian pangan tingkat keluarga.
Selain urusan bercocok tanam, para peserta yang terdiri dari ratusan anggota Majelis Taklim ini juga dibekali pemahaman mengenai ekonomi syariah dan pentingnya mengenali ciri keaslian uang Rupiah (Cinta, Bangga, Paham Rupiah). Hal ini bertujuan agar para ibu sebagai "manajer keuangan" rumah tangga tidak terjebak investasi bodong maupun peredaran uang palsu menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Di kegiatan itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, serta narasumber dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian turut hadir memberikan tips teknis penanaman cabai agar hasilnya maksimal meski ditanam di media terbatas.(Defrianto / Charlie)
~ Ju