PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Pertanian terus berkomitmen mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan dan kemudahan administrasi bagi masyarakat. Layanan terpadu ini dipusatkan di UPT Puskeswan Nanggalo, Jalan Raya Nanggalo, Rabu (29/7/2026).
Layanan terpadu tersebut mencakup pelayanan medis umum, operasi steril, pengurusan dokumen lalu lintas hewan, hingga vaksinasi rabies gratis untuk mendukung percepatan pencegahan rabies di Kota Padang.
Kepala UPT Puskeswan Kota Padang, Yasir Irawan, menjelaskan bahwa Puskeswan memiliki tiga wilayah kerja utama, yaitu Air Pacah, Marapalam, dan Nanggalo. Khusus untuk pelayanan terpadu seperti pengobatan, tindakan steril, vaksinasi, hingga verifikasi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), dipusatkan di Unit Nanggalo.
"Jenis pelayanan kesehatan hewan yang kami sediakan meliputi pelayanan umum untuk keluhan seperti cat flu dan scabies, vaksinasi, hingga tindakan operasi steril yang disesuaikan dengan kondisi hewan," ujar Yasir Irawan.
Dalam upaya mendukung pencegahan penyakit rabies, Puskeswan menyediakan layanan vaksinasi rabies gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR) seperti kucing, anjing, kera, dan musang. Yasir mengimbau pemilik hewan agar rutin memberikan vaksinasi minimal satu kali dalam setahun. Pemilik hewan hanya dikenakan biaya penggunaan ruang rawat poli sesuai dengan tarif PAD yang telah ditetapkan.
Sementara itu, untuk tindakan operasi steril, pemilik hewan diimbau memastikan hewan dalam kondisi sehat, tidak sedang dalam masa birahi, serta telah berpuasa makan dan minum selama 6 jam sebelum tindakan medis dilakukan.
Selain pelayanan medis, UPT Puskeswan Kota Padang juga mempermudah masyarakat dan pelaku usaha melalui digitalisasi penerbitan dokumen lalu lintas hewan dan produk hewan. Pengurusan dapat diakses secara online melalui laman resmi lalulintas.isikhnas.pertanian.go.id.
Hingga akhir Juni 2026, UPT Puskeswan tercatat telah menerbitkan sebanyak 115 dokumen lalu lintas hewan. Sistem digital ini secara otomatis memvalidasi kelayakan berdasarkan status kesehatan serta riwayat penyakit daerah asal dan tujuan untuk mencegah penularan penyakit hewan menular.
Untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik, Yasir menyiapkan tiga strategi utama, yakni gencar melakukan sosialisasi keberadaan Puskeswan, meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat, serta membangun tim kerja yang solid di lingkungan UPT Puskeswan Kota Padang.
Layanan berkualitas yang dihadirkan UPT Puskeswan Nanggalo mendapat respons positif dari pelaku usaha maupun masyarakat pecinta hewan. Wendi, seorang pemilik usaha petshop yang kerap melakukan pengiriman satwa—khususnya burung—ke luar daerah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pengurusan dokumen berbasis digital dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.
"Sebagai pelaku usaha petshop, pengiriman hewan ke luar daerah memerlukan standar keamanan, kesehatan, dan legalitas yang ketat agar hewan tetap aman sampai di tangan konsumen dan tidak melanggar aturan karantina. Layanan lalu lintas hewan di Puskeswan Nanggalo sangat membantu kelancaran usaha kami. Prosesnya transparan, prosedurnya jelas, dan pemeriksaan dilakukan secara teliti oleh tenaga medis yang profesional," ungkap Wendi.
Hal senada diungkapkan Fadila Rahmi, warga pengguna layanan sterilisasi kucing di UPT Puskeswan Nanggalo. Ia mengapresiasi keramahan dan kepedulian para petugas medis dalam melayani hewan peliharaan.
"Saya sangat terbantu dengan adanya layanan sterilisasi kucing di Puskeswan Nanggalo. Pelayanannya profesional, ramah, dan sangat peduli terhadap kesehatan hewan. Kehadiran fasilitas ini tentu sangat memudahkan para pemilik anabul di Padang untuk merawat hewan peliharaan dengan lebih bertanggung jawab," tutur Fadila. (Charlie / Defrianto)
~ Ju