PADANG – Komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan digitalisasi rumah ibadah berbasis kesejahteraan masyarakat terus diperkuat. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menandatangani prasasti peresmian renovasi Masjid Jamik Nurul Yaqin di kawasan Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (26/6/2026) malam.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan jemaah, Wali Kota Fadly Amran menyampaikan apresiasi mendalam atas rampungnya renovasi masjid tersebut. Ia berharap, transformasi fisik bangunan ini diiringi dengan peningkatan kemakmuran masjid melalui berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.
"Kita berharap masjid ini tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga makmur dalam kegiatan ibadah, pendidikan, serta mampu menggerakkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar," ujar Fadly Amran.
Wali Kota juga memberikan pujian khusus kepada pengurus Masjid Jamik Nurul Yaqin yang dinilai sukses menghidupkan syiar Islam, salah satunya melalui program pembagian sembako pasca-salat Subuh berjamaah yang rutin digelar.
"Inisiatif seperti ini sangat luar biasa dan patut kita apresiasi. Masjid hadir langsung memberikan solusi dan dampak nyata bagi kesejahteraan umat," tambahnya.
Sebelum direnovasi, Masjid Jamik Nurul Yaqin memiliki fasilitas yang cukup sederhana dengan pencahayaan minim. Kini, berkat gotong royong dan kepedulian bersama, masjid tersebut tampil megah, nyaman, dan dilengkapi fasilitas pendingin ruangan (AC). Atas capaian ini, Wali Kota turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya para perantau yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan kembali masjid ini.
Seiring dengan perubahan status menjadi Masjid Jamik, Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang akan mengintegrasikan masjid ini ke dalam program unggulan Smart Surau. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemko Padang akan memfasilitasi ruang pembelajaran digital khusus anak-anak di masjid tersebut.
"Kita akan memberikan bantuan perangkat yang nantinya berfungsi sebagai sistem absensi digital berbasis pemindai wajah (face recognition) bagi anak-anak yang hadir salat Subuh berjamaah,"
Melalui pendekatan teknologi yang edukatif ini, Wali Kota berharap anak-anak dan remaja dapat lebih tertarik dan betah beraktivitas di lingkungan masjid.
"Kita ingin menciptakan ekosistem di mana anak-anak datang ke masjid atas inisiatif sendiri, belajar sambil bermain, dan para remaja masjid aktif menggelar kegiatan positif sehingga rumah ibadah kita selalu ramai dan hidup," harapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Jamik Nurul Yaqin, Marzuki, menjelaskan bahwa anggaran renovasi masjid ini murni berasal dari swadaya masyarakat serta sumbangan para perantau.
"Ini adalah bentuk 'hijrah' kami. Dari bangunan masjid yang dulunya kurang representatif, kini bertransformasi menjadi megah dan nyaman. Tidak hanya fisik, kami juga menyelaraskan program kerja pengurus dengan program unggulan Pemko Padang, yaitu Smart Surau," kata Marzuki.
Acara penandatanganan prasasti tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Padang, di antaranya Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Kabag Kesra Setdako Zul Asfi Lubis, Lurah setempat, serta tokoh-tokoh masyarakat dan ninik mamak. (Charlie)
~ Ju