PADANG – Rasa syukur mendalam menyelimuti para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian—mulai dari berpindah-pindah posko pengungsian, menumpang di rumah kerabat, hingga mengontrak rumah—kini warga terdampak dapat bernapas lega setelah resmi menempati Hunian Sementara Layak (Hunsela).
Suasana bahagia dan haru tersebut terlihat jelas saat awak media mengunjungi lokasi Hunsela di Kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Jumat (17/7/2026). Warga telah mulai menata kehidupan baru mereka di hunian transisi ini sejak diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada Rabu (15/7/2026) lalu.
Pembangunan Hunsela ini menjadi bukti nyata hadirnya kolaborasi lintas sektor yang kuat di Kota Padang untuk memulihkan kehidupan warga terdampak dari hulu ke hilir. Sebanyak 18 unit Hunsela yang dibangun tersebut tersebar di dua kawasan strategis, yaitu kawasan Rimbo Panjang dan Gerbang Langit.
Keberhasilan penyediaan hunian yang layak ini tidak terlepas dari sokongan penuh berbagai pihak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan. Di antaranya adalah DPP IKA Unand, Universitas Baiturrahmah (Unbrah), FMIPA Unand, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Pemerintah Kota Padang, serta para donatur lainnya.
Salah seorang warga terdampak dari RT 03/RW 01 Lambung Bukit, Murni Ernita, menceritakan kembali masa-masa sulit pascabencana di penghujung tahun 2025 lalu. Rumah tinggalnya hancur total karena berada tepat di dekat aliran sungai yang meluap hebat.
"Dulu saat bencana terjadi, kami harus mengungsi ke SD 05, musala, lalu ke SD 02. Sebelum akhirnya bisa pindah ke Hunsela ini, hidup kami tidak menentu dan berpindah-pindah tempat. Sempat menumpang di rumah keluarga dan juga mengontrak rumah," kenang Murni dengan mata berkaca-kaca.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan Hunsela yang diberikan oleh para donatur dari Universitas Baiturrahmah, Universitas Andalas, dan juga Pemko Padang. Kami ucapkan terima kasih banyak karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," tambahnya.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Siti Rohani, warga terdampak lainnya yang rumahnya hanyut total terbawa arus banjir bandang. Kehadiran Hunsela ini diakuinya menjadi penyelamat ekonomi keluarga, karena menyudahi beban biaya ekstra yang selama ini harus dikeluarkan untuk menyewa tempat tinggal sementara.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan Pemko Padang. Alhamdulillah, sekarang saya sudah mendapatkan tempat di Hunsela ini dan tidak perlu mengontrak rumah lagi," ungkap Siti Rohani dengan nada lega.
Melalui sinergi yang erat antara pemerintah, akademisi, alumni, dan komunitas peduli bencana ini, Pemko Padang berharap kehadiran Hunsela dapat menjadi batu loncatan bagi para korban bencana untuk kembali bangkit, menata perekonomian, dan menatap masa depan dengan lebih optimis.(Charlie / Taufik)
~ Ju