MTQ Bungus Teluk Kabung Ke-42, Tolak Kafilah Impor

post

MTQ Bungus Teluk Kabung Ke-42, Tolak Kafilah Impor

​PADANG, DISKOMINFO — Kecamatan Bungus Teluk Kabung berkomitmen 100 persen menggunakan potensi lokal pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-42 tingkat kecamatan yang dimulai Sabtu (6/6/2026). Keputusan ini diambil untuk memastikan proses pembinaan di tingkat bawah berjalan secara organik.

​Ketua Pelaksana MTQ Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Deri Suherman menegaskan bahwa seluruh kafilah yang bertanding dari enam kelurahan murni merupakan anak-anak asli daerah.

Pihak panitia menutup rapat pintu bagi peserta luar daerah demi mengejar kemenangan instan.

​"Yang teristimewa di Bungus Teluk Kabung ini adalah semua peserta wajib putra asli daerah. Kita tidak boleh mengambil pemain atau peserta dari luar kecamatan. Semuanya anak-anak atau bibit-bibit yang berasal dari Bungus Teluk Kabung," kata Deri usai pembukaan acara, Sabtu (6/6/2026).

​Melalui seleksi 23 cabang lomba yang ketat ini, Deri optimistis dapat melahirkan kafilah yang solid untuk melangkah ke MTQ tingkat Kota Padang di Koto Tangah mendatang.

Target yang dipatok pun cukup tinggi, yakni menembus posisi tiga besar atau keluar sebagai Juara Umum tingkat kota.

​Sebagai langkah keberlanjutan pasca-MTQ, panitia akan meluncurkan program Tilawatil Qur'an Center yang disinergikan dengan program Smart Surau. Guna memfasilitasi pembinaan bakat yang terjaring, Kantor Camat Bungus Teluk Kabung nantinya akan dialihfungsikan menjadi pondok Al-Qur'an sebanyak dua kali dalam sebulan.

​Langkah memurnikan kompetisi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail mengingatkan pentingnya menjaga integritas kompetisi sejak di tingkat lokal.

​Ia menekankan agar dewan hakim dan tim juri yang bertugas dalam MTQ kecamatan ini bekerja secara profesional tanpa memihak kelurahan tertentu.

​"Kita berharap lomba ini berjalan dengan baik, dengan fair, dan menghasilkan orang-orang yang terbaik. Tim juri harus melihatkan keprofesionalannya, tidak bisa melihat kelurahan A atau kelurahan B. Hari ini kita murni melihat bagaimana kemampuan putra-putri kita," tegas Tarmizi. (Taufik / Charlie)

~ Ju

Kirim Rating

`

Setup