Perkuat Karakter Generasi Muda, Bundo Kanduang Kota Padang...

post

Perkuat Karakter Generasi Muda, Bundo Kanduang Kota Padang Sinergikan Program Smart Surau dengan Progul Pemko

​PADANG, DISKOMINFO — Bundo Kanduang Kota Padang terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam melestarikan nilai-nilai adat dan membentengi generasi muda dari dampak negatif perkembangan zaman.

Komitmen nyata ini ditegaskan kembali dalam kegiatan pertemuan bulanan Bundo Kanduang Kota Padang yang berlangsung di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (4/6/2026).

​Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bundo Kanduang Kota Padang, Bundo Fauziah Zainin menyampaikan bahwa organisasi yang telah berusia 51 tahun ini siap bergerak selaras dan bersinergi penuh guna menyukseskan Program Unggul (Progul) Pemerintah Kota Padang.

Salah satu bentuk nyata dari sinergitas ini adalah penerapan program Smart Surau, sebuah inisiatif yang lahir dari filosofi luhur Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah; Syarak mangato, adat mamakai.

​"Melalui program Smart Surau ini, kami ingin memastikan generasi muda, terutama urang mudo dan puti bungsu, tetap kembali ke masjid. Mereka harus berada di bawah naungan orang tua, dengan menempatkan ibu sebagai mandeh di rumah, guru di masjid, serta pembimbing di sekolah," ujar Bundo Fauziah Zainin.

​Guna menyelaraskan program tersebut dengan program pemerintah di bidang pendidikan, Bundo Kanduang bergerak aktif turun langsung ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP, seperti yang telah dilaksanakan di kompleks pendidikan Pertiwi. Dalam aksi sosialisasi tersebut, Bundo Kanduang juga menggandeng pihak Kepolisian dan Kantor Urusan Agama (KUA) agar edukasi yang diberikan lebih masif dan tepat sasaran.

​"Kami sengaja membawa pihak KUA dan Kapolsek ke sekolah-sekolah. Kehadiran pihak kepolisian ini sangat penting agar edukasi mengenai bahaya narkoba dan pencegahan kenakalan remaja tersampaikan dengan lebih tepat, afdal, dan efektif kepada anak-anak kita," tambahnya.

​Selain menyasar kenakalan remaja dan narkoba, kolaborasi bersama KUA difokuskan untuk menekan tingginya angka perkawinan usia dini. Fenomena ini marak terjadi akibat bebasnya pergaulan yang dipicu oleh penggunaan gawai (smartphone) yang tidak terkontrol oleh orang tua, hingga berujung pada kasus kehamilan di luar nikah dan pelecehan seksual.

Menurut Bundo Fauziah, persoalan krusial seperti ini harus dibina dan dibimbing secara preventif sejak dini, bahkan sejak anak-anak masih duduk di bangku sekolah dasar. Langkah nyata ini pun mendapat respons yang sangat positif dari pihak sekolah dan para guru.

​Di samping berfokus pada institusi pendidikan formal, Bundo Fauziah juga mengingatkan pentingnya mengembalikan fungsi keluarga dalam menanamkan etika beradat melalui pemahaman Sumbang Duobaleh (Sumbang Dua Belas).

​"Di lingkungan rumah tangga, kita harus kembali menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau melalui penerapan Sumbang Duobaleh. Mulai dari cara berbicara, berpakaian, berperilaku, hingga etika makan, semuanya diatur agar kurenah dan tingkah laku generasi muda kita mencerminkan akhlak Islami yang sesuai dengan adat Minangkabau," tegasnya.

​Meskipun saat ini kepemimpinan Kota Padang berada di bawah payung panji Wali Kota Fadly Amran dan Dian Puspita selaku pembina, Bundo Kanduang Kota Padang menegaskan akan tetap konsisten mengawal serta menjalankan program-program kemitraan demi melahirkan generasi masa depan yang berkarakter, berakhlak mulia, dan kokoh memegang teguh budayanya. (Taufik / Charlie)

~ Ju

Kirim Rating

`

Setup